Moeldoko Minta Tinton Soeprapto Segera Tindaklanjuti MotoGP 2021

Moeldoko Minta Tinton Soeprapto Segera Tindaklanjuti MotoGP 2021

MEMBAHAS - Kepala Staf Kepresiden, Moeldoko (kiri) ketika menerima Tinton Soeprapto guna membahas rencana gelaran MotoGP di Indonesia, Senin (19/3).

SHNet, JAKARTA – Presiden Jokowi meninjau Sirkuit Internasional Sentul dan mendengarkan rencana Tinton Soeprapto dan putranya Ananda Mikola mengaktifkan kembali Sirkuit Sentul yang dipersiapkan menjadi tuan rumah ajang MotoGP.

 Presiden Jokowi saat itu juga menyatakan pemerintah mendukung peluang Indonesia jadi tuan rumah MotoGP pada 2021 itu

Presiden Jokowi pun mengakui kalau rencana gelaran MotoGP di Sirkuit Sentul itu tentu sangat mendukung potensi pariwisata yang ada di Indonesia. Apalagi dikaitkan dengan jumlah penggemar olahraga balap motor yang sangat banyak di Indonesia.

 Karena itu, pada Senin (19/3) siang, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima Tinton, Ananda, dan Rio Sarwono dengan tujuan membicarakan rencana tindak lanjut penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

“Dampak penyelenggaraan MotoGP ini sangat bagus. Pemerintah kita dipastikan untung. Karena itu, pada 2018 ini Spanyol dan Italia sampai empat kali dan dua kali jadi tuan rumah. Negara toting kita pun, Malaysia, Thailand, dan Australia masuk dalam kalender resmi MotoGP 2018,” jelas Tinton.

Ananda juga mengatakan kalau MotoGP menjadi olahraga otomotif yang digemari berbagai segmen masyarakat Indonesia, dari kalangan atas hingga bawah. “Ini tentu beda dengan F1 yang hanya disukai lapisan masyarakat tertentu,” kata pembalap yang pernah tampil di ajang Formula 3000, Asian Formula 3, hingga A1 Grand Prix itu.

Moeldoko minta Tinton Soeprapto segera berkordinasi, melangkah cepat, dan bersinergi. (Ist)

Sisi bisnis MotoGP dapat terlihat dari persaingan tiga pabrikan motor yang pangsa pasar besarnya ada di Indonesia. “Lihat saja di motor para pembalap MotoGP terpasang slogan berbahasa Indonesia: Satu Hati dari tim Repsol Honda, Nyalakan Nyali dari Suzuki Ecstar, dan Semakin di Depan milik Movistar Yamaha,” tutur Ananda.

 Pada 28 September 1997, Sirkuit Sentul pernah menggelar MotoGP. Ketika itu Valentino Rossi turun di kelas 125 cc dan jadi juara dengan bendera Aprilia, sementara kelas 250 cc dijuarai Max Biaggi dari Honda. Adapun podium nomor bergengsi 500 cc dipuncaki trio Honda dengan urutan juara Tadayuki Okada (Jepang) diikuti Mick Doohan (Australia) dan Alex Criville (Spanyol).

“Saat itu, gelaran MotoGP tak bisa dilanjutkan lagi di Indonesia karena krisis ekonomi,” kenang Tinton.

 Kepala Staf Kepresidenan mendukung terwujudnya mimpi besar ini dan meminta agar tim kepanitiaan segera dibentuk lalu segera dikukuhkan. “Segera melangkah, koordinasi dan bersinergi,” ujar Moeldoko.   (Nonnie Rering)