Maluku Dapat “Tiket” Nomadic Tourism dari Kemenpar

Maluku Dapat “Tiket” Nomadic Tourism dari Kemenpar

Launching Calendar of Event Maluku 2018, di Jakarta, Senin (12/3). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi kepada Provinsi Maluku yang tahun lalu berhasil meningkatkan kunjungan wisman hingga 20,38%.

“Pariwisata Maluku terus berusaha meningkatkan meningkatkan 3A (Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas). Untuk atraksi, saya tidak ragukan lagi. Apalagi ke depan, Maluku dicanangkan sebagai Kota Musik Nasional dan Internasional. Maluku juga punya budaya yang luar biasa. Tinggal hotel dan aksesnya yang harus ditingkatkan,” kata Arief Yahya saat launching Calender of Event Provinsi Maluku 2018, di Jakarta, Senin (12/3).

Menpar mengatakan, sepanjang 2018 ini ada 23 event pariwisata yang digelar di Maluku. Dari 23 event tersebut, ada 2 event unggulan yang masuk dalam Calender of Event Nasional yakni Festival Teluk Ambon dan Pesta Rakyat Banda.

Kementerian Pariwisata memberikan dukungan dana untuk kedua event unggulan tersebut, masing-masing Rp 1 milyar. “Dana tersebut 60% untuk promosi dan 40% untuk event. Dengan demikian, dapat mendorong kunjungan wisatawan ke Maluku,” pesan Menpar.

Terkait dengan hotel dan akses, Menpar mengatakan, Maluku merupakan daerah kepulauan. Untuk itu di sana cocok dikembangkan nomadic tourism seperti caravan, camping glam, hotel terapung dan sebagainya.

“Saya ingin acara Calender of Event Maluku 2018 memberikan manfaat. Saya kasih satu ‘tiket’ nomedic tourism untuk Maluku,” ujar Arief Yahya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Habiba Saimima mengatakan, nomadic tourims ini akan dikembangkan di Banda dan Maluku Barat Daya.

“Di Banda banyak spot diving, snorkling dan wisata budaya. Kami akan kembangkan kapal yang jadi hotel terapung dan kapal tersebut bisa membawa wisatawan berkunjung ke Pulau Roem. Banda tetap jadi favorit wisman Belanda, Inggris, Jerman dan Australia,” kata Habiba.

Sementara itu Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, dengan diluncurkannya Calender of Event Maluku 2018, diharapkan selain menarik kunjungan wisatawan , juga meningkatkan perekonomian daerah. (Stevani Elisabeth)