Gubernur NTT Minta Menteri PUPR Batalkan Rencana Bendungan Kolhua

Gubernur NTT Minta Menteri PUPR Batalkan Rencana Bendungan Kolhua

Warga menolak pembangunan Bendungan Kolhua. (Ist)

SHNet, KUPANG – Rencana pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), batal karena  belum selesainya masalah lahan yang selama ini menjadi hambatan.

Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan di Kupang, Selasa (13/3) mengatakan, pembatalan pembangunan Bendungan Kolhua berdasarkan usulan Gubernur NTT kepada Menteri PUPR, melalui surat tertanggal 5 Maret 2018 lalu.

Dalam surat tersebut, gubernur menyampaikan alasan batalnya rencana pembangunan Bendungan Kolhua dan pengalihan lokasi karena masalah lahan yang belum selesai.

“Pemerintah Provinsi NTT telah mencari alternatif pengalihan dengan mengusulkan lokasi pengganti Bendungan Kolhua yakni  Welikis Haliboe di Kabupaten Belu. Ini juga menjawab usulan Pemkab Belu,” kata Agus.

Ia menjelaskan, usulan lokasi pengganti yakni di  Welikis Haliboe Kabupaten Belu karena  sebelumnya sudah dilakukan studi kelayakan dan pemerintah Kabupaten Belu menyanggupinya.

Meski dialihkan, Bendungan Kolhua masih menjadi proyek strategis nasional di Nusa Tenggara Timur  dengan alokasi anggaran senilai Rp 550 miliar. Karena usulan tersebut masih harus dikaji lebih lanjut.

Masalah lahan pembangunan Bendungan Kolhua itu sebenarnya warisan dari pemerintahan kota sebelumnya hingga pemerintahan kota Kupang yang baru ini belum juga diselesaikan.

“Gubernur sudah mengirim surat ke Menteri PUPR yang meminta Bendungan Kolhua dibatalkan dan dialihkan ke Kabupaten Belu. Meski begitu, Bendungan Kolhua tetap menjadi proyek strategis nasional di NTT,” ujarnya. (Dis Amalo)