Dana Desa Bisa Dialokasikan untuk Masalah Kesehatan

Dana Desa Bisa Dialokasikan untuk Masalah Kesehatan

Ist

SHNet, KUPANG-Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Sarabit Abdul Fatah mengatakan persoalan yang terkait dengan kesehatan, dana desa boleh dimanfaatkan karena sudah diatur dalam Permendes.

“Dana desa bisa dialokisakan untuk mendanai program eliminasi malaria,” katanya dalam pertemuan monitoring dan evaluasi percepatan eliminasi malaria Nusa Tenggara Timur 2023 di Kupang, Selasa (27/2).

Menurut Sarabit, untuk pemanfaatan dana desa, harus diputuskan dalam kegiatan musrembangdes kemudian dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten.

Musrembangdes juga harus dihadiri oleh kader-kader kesehatan di desa karena mereka yang memahami kebutuhan yang berhubungan dengan program eliminasi malaria.

“Dana desa mendanai program-program prioritas di desa, termasuk yang berhubungan dengan program pembangunan ekonomi,” katanya.

Ia menguraikan selama  2006-2016, pemerintah berhasil menurunkan kasus malaria hingga 76,10%, namun penurunan kasus malaria belum signifikan karena kabupaten yang penurunan kasus tertinggi hanya empat yaitu Sikka 91,30%, Sabu Raijua 91,10%, Flores TImur 76,6%, dan Ende 75,5%.

Sedangkan kabupaten dengan penurunan kasus malaria kategori sedang yakni Sumba Tengah 74,60%, Manggarai Timur 72,70%, Malaka 70,70%, TTU 67,10%, Sumba TImur 66,60%, Ngada 57,50%, Manggarai Barat 57,30%, Sumba Barat Daya 53%.

Kabupaten dengan penurunan kasus malaria kategori terendah Lembata 47,70%, Sumba Barat 43,10%, TTS 42%, Kabupaten Kupang 38,60%, Nagekeo 38,40%, Belu 32,2%, Rote Ndao 31%, Kota Kupang 24,5%, Alor 15,7%, dan Manggarai 0%. (Dis Amalo)