BSN Gelar Workshop Standar Keselamatan Konstruksi

BSN Gelar Workshop Standar Keselamatan Konstruksi

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan pers terkait workshop Standar Keselamatan Konstruksi, di Jakarta, Kamis (1/3). (Ist)

SHNet, Jakarta- Beberapa waktu yang lalu, banyak pembangunan infrastruktur dihentikan sementara (moratorium), akibat banyaknya proyek konstruksi yang roboh.

Evaluasi cepat terhadap berbagai kasus kecelakaan konstruksi menunjukkan bahwa diperlukan pemutakhiran standar-standar terkait konstruksi, dan kemudian memastikan penerapannya di lapangan.

Badan Standarisasi Nasional menyelenggarakan workshop Standar Keselamatan Konstruksi, di Hotel Milenium Jakarta, Kamis (1/3).

“Saat ini, standar produk / barang sudah sangat banyak dikembangkan, namun standar layanan, personal, proses, dan sistem industri konstruksi masih belum kontekstual dengan perkembangan di sektor konstruksi, seperti lean construction, green construction, constructability, dan project development partners,” ujar Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya.

Dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sudah jelas mengamanatkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan. Standar yang dimaksud mencakup diantaranya standar mutu bahan, standar mutu peralatan, standar keselamatan dan kesehatan kerja, dan standar prosedur pelaksanaan jasa konstruksi.

Itu artinya, pengerjaan proyek infrastruktur tidak boleh mengejar batas tenggat semata. Namun, karena ini menyangkut orang banyak, termasuk pekerja yang melaksanakan pekerjaan, faktor K3 tidak boleh diabaikan. Termasuk memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan dan rancang desain telah memenuhi persyaratan dalam standar.

Bambang pun menyatakan bahwa BSN siap bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan kajian terhadap proyek infrastruktur pemerintah.

“BSN dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR sebagai pembina nasional sektor konstruksi akan mengadakan workshop yang menghadirkan para birokrat, praktisi, akademisi dan pelaku industri konstruksi untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah implementatif dalam tataran lapangan. Saya berharap, workshop ini dapat menghasilkan rencana aksi implementatif untuk memutakhirkan kebijakan standardisasi barang, personal, proses, layanan, dan sistem industri konstruksi,” ujar Bambang.(Stevani Elisabeth)