Bansos PKH dan Rastra Belum Tuntas 100%, Ini Penjelasan Mensos

Bansos PKH dan Rastra Belum Tuntas 100%, Ini Penjelasan Mensos

Menteri Sosial Idrus Marham memberikan penjelasan kepada wartawan seputar Bansos PKH dan Rastra, di Jakarta, Senin (12/3). (Ist)

SHNet, Jakarta- Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, Februari 2018 telah dicanangkan sebagai bulan tuntas bantuan sosial (Bansos). Ini artinya Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) harus tuntas disalurkan agar rakyat dapat menikmati apa yang telah dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo.

Meski demikian, dalam praktek di lapangan, belum 100 persen peyaluran bansos PKH dan rastra. “ Berdasarkan data yang ada pencanangan Februari tuntas bansos untuk PKH tahap pertama dan rastra berjalan dengan baik dan lancar sampai pada sasaran. Kalaupun ada 1 % yang belum tersalurkan, pasti akan disampaikan,” ujar Idrus Marham kepada wartawan, di Jakarta, Senin (12/3).

Bansos PKH diberikan sebesar Rp 1.890.000 per tahun per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kecuali untuk Papua, Rp 2 juta. Penyalurannya dalam 4 tahap. Tahap pertama sampai tahap ketiga disalurkan masing-masing sebesar Rp 500.000, sedangkan tahap keempat sebesar Rp 390.000.

Mensos meminta agar pemerintah daerah ikut mengawal penyaluran bansos di wilayah masing-masing. “Harapan kami, Pemda memantau secara kontinyu penyaluran PKH. Jika ada masalah di lapangan mohon proaktif untuk bisa berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.

Dirjen Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Dulung menjelaskan, untuk rastra penyalurannya sudah 98% pada Januari 2018, 91 % pada Februari 2018 dan 70% pada Maret 2018.

“Tidak 100 persen karena ada kendala di lapangan seperti cuaca buruk, akses dan sebagainya. Kalau dia belum ambil rastra di Januari, maka di Februari, dia dapat rastra Januari dan Februari.” Kata Andi Dulung.

Sementara itu Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati menjelaskan, dari 9,5 juta KPM, penyerapan bansos PKH tahap pertama (Januari-Maret) sebesar 98,25%.

“Di lapangan ada KPM yang belum datang mengambil, ada juga yang pindah dan meninggal dunia. Sedangkan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 1,2 juta KPM, penyerapannya pada Januari 87,37%. Kondisi di lapangan, ada KPM yang belum datang, pindah dan ada juga beberapa daerah yang masih menunda penyalurannya,” papar Susi panggilan akrab Adi Sulistyowati. (Stevani Elisabeth)