Bagaimana Agar Sayuran Awet dan Sehat?

Bagaimana Agar Sayuran Awet dan Sehat?

Salad merupakan contoh makanan yang dibuat dari sayur atau buah yang segar. D’Ozone mampu menjaga daya tahan, kesegaran, dan nilai gizi produk sayur dan buah-buahan, dalam rentang waktu yang lebih lama.

SHNet, Jakarta – Salad, gado-gado, rujak, hmm…apakah Anda suka? Bila ya, mungkin Anda perlu tahu bagaimana cara agar sayuran, buah-buahan, dan bumbu-bumbu bahan penganan tersebut bisa awet sekaligus tetap berkualitas baik, segar, dan tidak berkurang kandungan gizinya.

Perlu Anda tahu, peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Nur, berhasil menemukan alat untuk mengawetkan sayur, buah, dan produk hortikultura lainnya, agar tidak mudah membusuk. Pada tahun 2016 lalu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bahkan telah memasukkan temuan “Pak Nur” ini sebagai salah satu Unggulan Riset Nasional 2016. Keren kan.. 😊

Muhammad Nur (kiri), penemu D’Ozone, sedang menunjukkan Generator Ozon kepada koleganya [SHNet/Ist]

Jadi, apa nama alat ini? Namanya D’Ozone. Seperti namanya, alat berteknologi plasma ini menghasilkan Ozon, yang mampu menjaga kualitas produk hortikultura petani dalam waktu lebih lama, bahkan ada yang bisa mencapai 2 bulan. Menurut “Pak Nur”, alat ini memiliki sejumlah manfaat antara lain mampu:
1. Mencuci sayur dan buah segar untuk membunuh virus, jamur, dan bakteri.
2. Menyimpan sayur dan buah dan menjaganya tetap segar.
3. Menyimpan beras.
4. Menyimpan ikan.
5. Menghilangkan bau pada udara.
6. Sebagai disinfektasi air limbah.

Kemenristek Dikti menyebutkan, dengan D’Ozone, kandungan kimia, sifat fisis, tingkat pembusukan dan organoleptik masih masuk dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).

Begini cara kerjanya. Generator Ozon menghasilkan ozon yang dilarutkan ke dalam air untuk mencuci sayuran dan produk pertanian lainnya. Produk lantas ditiriskan dengan udara berozon dan disimpan dalam lemari pendingin (cold storage).

Telah Teruji
Kementerian menyebutkan, teknologi plasma ozone aman untuk aplikasi pangan dan telah teruji kualitasnya. Sistem penyemprotan air berozon untuk pencucian dan sistem penyemprotan udara berozon telah bekerja baik, serta sesuai gerak konveyor yang memproses ozonisasi produk pertanian tersebut.

Teknisnya, konveyor bekerja baik dan kecepatannya dapat dikontrol sesuai kebutuhan durasi produk dalam proses pencucian dan pengeringan. Artinya, produk yang telah keluar dari mesin konveyor telah mendapat perlakuan ozonisasi sesuai kebutuhan.

Muhammad Nur menyebutkan, D’Ozone hemat energi listrik, karena cold storage hanya perlu suhu 7-15 derajad Celcius. Kelebihan lainnya, daya tampung penyimpanan alat ini relatif besar, cocok untuk menampung produk petani dalam kapasitas tonase.

Cabai yang dicuci dan disimpan menggunakan D’Ozone lebih lama daya tahannya, dari semula 3 hari, kini menjadi 2 minggu. [SHNet/Ist]

Spesifikasi
D’Ozone diproduksi oleh PT Dipo Technology, yang merupakan perusahaan milik Undip. Ada dua spesifikasi produk D’Ozone. Produk ini terdiri dari dua buah generator ozon masing-masing memiliki 6 reaktor yang dapat menghasilkan ozon sebesar 300 gram/jam dan 500 gram/jam. Selain itu, ada tangki pelarutan ozon dengan kapasitas 800 liter yang dapat digunakan untuk melarutkan ozon ke dalam air hingga mencapai 2 ppm sampai dengan 5 ppm.

Direktur PT Dipo Technology Semarang, Azwar, menyebutkan, nilai tambah bagi pengguna produk ini adalah, harga generator ozon yang lebih murah dibanding produk impor. D’Ozone juga mampu menghemat konsumsi energi listrik pada sistem penyimpanan (cold storage) mencapai hingga 70%.

Manfaat
Selain hemat energi, Azwar menyebutkan sejumlah manfaat D’Ozone, berikut ini.

1.Masa simpan sayur dan buah lebih lama.
2.Bisa digunakan untuk menyimpan ikan dan daging.
3.Bisa digunakan untuk pembibitan bawang merah.
4.Bisa menghambat mikroorganisme penyebab pembusukan.
5.Bisa mengurangi pestisida yang ada pada buah/sayur.
6.Buah/sayur yang menggunakan alat ini aman dikonsumsi.

Kelebihan D’Ozone lainnya adalah
1.Pengoperasian mesin mudah.
2.Dilengkapi buku petunjuk penggunaan mesin D‘Ozone.
3.Dilengkapi buku cara pencucian dan penyimpanan.
4. Disertai sosialisasi dan Pelatihan penggunaan mesin D’Ozone.
5.Garansi dan pemeliharaan.

“Di tingkat riset, kami sudah mendapatkan standar operasional prosedur,” kata Azwar.

Menurutnya, kini sebanyak 34 unit D’Ozone dipakai petani, antara lain Kelompok Tani Mutiara Organik, Ngablak, Kabupaten Magelang dan Asosiasi Petani Asparagus, Aspakusa Makmur, di Boyolali, Jawa Tengah.

Kontak
PT Dipo Technology Semarang
Jl.Prof. Sudarto Kompleks Pertokoan SPBU Undip, Lantai 2 No.14, Tembalang Semarang, Kode Pos 50275.
Phone: +62.24.76402812, Mobile: +62.82254241709. Surel: info@dipotechnology.com (whm)