Australia Selatan Bangun Fasilitas Surya dan Angin Penghasil Hidrogen Terbesar di Dunia

Australia Selatan Bangun Fasilitas Surya dan Angin Penghasil Hidrogen Terbesar di Dunia

ilustrasi / electrek.co

SHNet, Adelaide – Australia Selatan berencana untuk menggunakan serangkaian teknologi hijau lainnya untuk menciptakan energi bersih bagi kawasan tersebut. Perusahaan Prancis, Neoen, akan membangun pembangkit tenaga surya dan angin penghasil hidrogen baru yang diharapkan bisa menjadi yang terbesar di dunia.

Pemerintah negara bagian Australia Selatan baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan memberikan pinjaman ekstensif untuk mendanai elektrolisis hidrogen 50MW yang dapat memperkuat kompleks di bagian utara Adelaide, Australia. Secara total, fasilitas angin dan matahari diperkirakan berjumlah 300MW. Tujuannya, menurut pernyataan pemerintah, adalah untuk memberi persaingan pasar LNG dan juga dapat mengekspor “hidrogen terbarukan” ke pasar Asia.

Menteri Energi negara, Tom Koutsantonis, mengatakan rencananya sekarang mereka akan membangun fasilitas lima kali lebih besar daripada proyek lain yang diusulkan saat ini. Dia juga mencatat bahwa proyek tersebut akan menghasilkan hidrogen 20.000 kg setiap harinya.

“Roadmap Hidrogen kami telah meletakkan dasar bagi Australia Selatan untuk menjadi pemimpin dunia dalam industri produksi hidrogen yang sedang berkembang, dan untuk mendapatkan keuntungan dari peluang ekonomi yang mungkin mengalir dari produksi tersebut,” kata Koutsantonis.

“Energi yang lebih terbarukan berarti daya yang lebih murah, dan saya senang Pemerintah Negara Bagian dapat bermitra dengan Neoen untuk sekali lagi mengembangkan energi terbarukan dan proyek penyimpana terdepan di dunia setelah pembangunan baterai Tesla di Jamestown,” lanjutnya.

Setelah rampung, ini akan menjadi “proyek terbesar” terbesar ketiga di Australia Selatan terkait dengan energi serta produksi dan penyimpanannya. Saat ini, kawasan ini menyimpan rekor instalasi penyimpanan baterai litium-ion terbesar di dunia dan pembangkit listrik virtual terbesar di dunia. Kedua proyek tersebut merupakan kemitraan dengan Tesla dan Elon Musk pada daerah tersebut.

“Superhub akan memungkinkan Neoen menghasilkan hidrogen terbarukan untuk pasar ekspor luar negeri, dan menciptakan 300 konstruksi dan pekerjaan berkelanjutan bagi Australia Selatan,” tambah Koutsantonis. Saat ini, negara bagian Australia Selatan mendapat lebih dari 50 persen listriknya dari angin dan tenaga surya. Namun, menurut Australian Energy Market Operator, harga tersebut diperkirakan akan meningkat beberapa sen selama dekade berikutnya, .

Franck Woitiez yang menjabat sebagai direktur pelaksana operasi Australia Neoen mengatakan dalam sebuah wawancara dengan ABC Australia bahwa proyek ini memberi energi cukup bagi Australia Selatan untuk menyediakannya ke negara-negara Australia lainnya juga.

“Proyek ini memiliki potensi untuk menjangkau di luar jaringan listrik kita, dan memasok energi bersih lokal ke Australia Selatan ke negara-negara bagian lain dan kepada mitra dagang terdekat kami,” katan Woitiez.

Dalam wawancara terpisah, Woitiez mengatakan bahwa proyek tersebut membawa Australia Selatan menjadi pemimpin internasional dalam energi berbasis hidrogen, terutama karena bentuk energi popularitasnya perlahan tumbuh dalam skala global.

Hidrogen sendiri yang saat ini banyak beredar merupakan hasil dari rekayasa kimia, dan mempunyai beragam kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk menghasilkan ammonia pada industri pupuk, dipakai dalam industri minyak goreng dan industri makanan, industri bahan bakar, transportasi, dan lain-lain. (HNP)