Asal Mulai Nama Gunung Mas Di Kalimantan

Asal Mulai Nama Gunung Mas Di Kalimantan

SHNet, JAKARTA – Di Provinsi Kalimantan Tengah, ada nama Daerah Otonomi Baru (DOB) berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002, tanggal 10 April 2002, yakni Kabupaten Gunung Mas, pemekaran dari Kabupaten Kapuas. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Suprapto Sungan.

Tepatnya, di sekitar Desa Sumur Mas, Kecamatan Tewah, ada gunung yang disebut Gunung Mas. Dari situlah asal nama Kabupaten Gunung Mas. Gunung tersebut diberi nama Gunung Mas, karena di bawah gunung tersebut terdapat banyak kandungan emas yang menempel di batu.

Suprapto Sungan menjelaskan, Gunung Mas merupakan tempat penambangan emas milik Belanda ratusan tahun silam, saat Kerajaan Belanda masih menjadi penjajah di negeri ini.

Akan tetapi kalau dilihat dari motto Kabupaten Gunung Mas, menggunakan Bahasa Sastra (Sangiang) Dayak Ngaju, yaitu Habangkalan Penyang Karuhei Tatau”, ada ketidakkonsistenan di dalam mengungkapkan identitas daerah, sehingga dalam takaran tertentu patut diduga bentuk pelecehan terhadap identitas Suku Dayak.

Habangkalan, artinya kumpulan, himpunan, cita-cita yang menyatu menjadi satu kebulatan tekad; Penyang: kekuatan jiwa, semangat, spiritual dilandasi iman; Karuhei: daya usaha-upaya untuk mencapai suatu tujuan; Tatau: kesejahteraan, kebahagian, kejayaan

Secara lengkap “Habangkalan Penyang Karuhei Tatau” berarti: kumpulan, himpunan cita-cita yang menyatu atas dasar tekad dengan semangat yang tinggi dengan didasari agama dan keimanan dalam upaya bersama untuk membangun yang bertujuan mensejahterakan, membahagiakan dan kejayaan seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Kesalahan penyebutan dan atau kesalahan penulisan nama wilayah, artinya tidak sesuai bahasa daerah lokal, dan atau tidak sesuai kearifan lokal, dan atau tidak sesuai sejarah lokal, dan atau tidak sesuai legenda lokal, adalah bentuk kejahatan ilmiah yang dilakukan negara.

Mengacu kepada moto menggunakan Bahasa Dayak Ngaju, mestinya tokoh elit di wilayah itu memutuskan nama kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kapuas itu, menggunakan Bahasa Dayak Ngaju atau Bahasa Dayak Uud Danum, sebagai penduduk mayoritas di wilayah itu.

Demikian pula, penentuan nama Ibu Kota Kabupaten Gunung Mas yang sekarang disebut Kuala Kurun, justru mengacu kepada Bahasa Dayak Banjar, sementara dalam Bahasa Dayak Ngaju dan Dayak Uud Danum sebagai penduduk mayoritas di wilayah itu adalah Olung Kolon. (aju)