Alat Baru ini Dapat Mendatangkan Air dari Udara Gurun

Alat Baru ini Dapat Mendatangkan Air dari Udara Gurun

metal-organic framework / news.berkeley.edu

SHNet, California – Para periset telah berhasil mengembangkan sebuah alat yang dapat mengambil air bahkan dari udara gurun yang paling kering sekalipun. Para ilmuwan dari MIT dan UC Berkeley telah menguji di lapangan penemuan itu, yang mempertajam pembuktian desain konsep mereka tahun lalu, di Tempe, Arizona, terhadap potensi metode tersebut.

Ketika pertama kali diterbitkan dalam artikel Science tahun lalu, jurnal itu menarik banyak perhatian, meski tidak semua responnya bagus.

“Metode ini mendapat banyak publikasi promosi, dan beberapa kritik,” kata Profesor Evelyn Wang, yang bekerja pada kedua studi tersebut. “Semua pertanyaan yang diajukan dari terakhir kali secara eksplisit ditunjukkan dalam makalah ini. Kami telah mengesahkan poin-poin itu. ”

Sebagian besar metode menarik air dari udara membutuhkan kelembapan lebih dari 50 persen dan banyak energi untuk bekerja, tetapi desain yang ditingkatkan dapat mengekstrak air yang dapat diminum pada kelembaban serendah 10 persen dan itu menggunakan tenaga surya.

“Metode ini tidak memiliki bagian yang bergerak. Ini dapat dioperasikan dengan cara yang benar-benar pasif di tempat-tempat dengan kelembaban rendah tetapi mempunyai sinar matahari dalam jumlah besar, ”kata peneliti Sameer Rao.

Perangkat ini didasarkan pada jenis permukaan luas, material yang mempunyai super-pori yang disebut kerangka logam-organik (metal-organic framework / MOF). MOF dalam perangkat ini dapat mengambil air dari udara pada malam hari dan menyimpannya di pori-porinya. Air kemudian dilepaskan pada siang hari dengan menggunakan bantuan sinar matahari.

“Dengan menguji perangkat di atap gedung Universitas Negeri Arizona, tim lalu melakukan uji lapangan di tempat yang mewakili daerah-daerah kering di wilayah ini, dan menunjukkan bahwa kita benar-benar dapat memanen air, bahkan pada titik embun subzero,” jelas Wang.

Para peneliti mengatakan bahwa output perangkat itu  diperkirakan lebih dari seperempat liter air per hari per kilogram MOF, dan tidak ditemukan bagian kotoran selama pengujian. Jika ditingkatkan dan dibuat lebih efisien, hasil itu bisa tiga kali lipat.

“Kami berharap memiliki sistem yang mampu menghasilkan liter air,” kata Wang lebih lanjut. (HNP)