60 Cicilan Selama 30 Tahun

Penangguhan Pembayaran Hutang RI Kepada AS

60 Cicilan Selama 30 Tahun

Hutang Kepada Jerman Barat dan Jepang Digarap

Jakarta, 16 Maret 1971 – Persetujuan penangguhan pembayaran hutang RI kepada Amerika Serikat sesuai ketetapan Paris Club di Paris 24 April 1970 meliputi jumlah US$ 215,6 juta terdiri dari hutang pokok US$ 182,9 juta dan bunga US$ 32,7 juta telah ditandatangani di Deparlu Selasa siang oleh Menlu Adam Malik dan David Kennedy utusan istimewa Presiden Nixon.
Menlu Adam Malik dalam sambutannya menghargai sikap pemerintah AS dalam memberikan keringanan penangguhan pembayaran hutang tersebut justru karena pemerintah AS memaklumi kondisi ekonomi Indonesia yang dewasa ini sedang dalam tahap pembangunan.

Dengan penadatanganan penangguhan pembayaran hutang tersebut, maka AS merupakan negara ketiga dari Paris Club setelah Nederland dan Perancis yang menandatangani persetujuan bilateral konsolidasi hutang RI atas dasar rumus Abs, termasuk pembayaran.

Dubes keliling Amerika David Kennedy Bidang Urusan Keuangan Internasional dalam sambutannya mengemukakan, bahwa pemerintahnya merasa puas atas hasil yang dicapai Indonesia dalam usaha memulihkan keadaan ekonomi dan pembangunan.
Oleh sebab itu penangguhan hutang Indonesia kepada Amerika disesuaikan dengan kemampuan Indonesia untuk membayar kembali hutang tersebut.

60 cicilan
Dalam persetujuan bilateral tersebut dinyatakan, bahwa hutang lama yang diterima Indonesia sebelum 1 Juli 1966 berjumlah US$ 215,6 juta yang terdiri dari hutang pokok sebesar US$ 32,7 juta.
Hutang pokok akan dibayar dalam 60 kali cicilan tiap tengah tahunan. Cicilan pertama dan kedua akan dibayar dalam 30 hari sesudah persetujuan ditandatangani, sedang 58 cicilan tengah-tahunan lainnya akan dibayar dalam jangka 30 tahun terhitung mulai tanggal 11 Juli 1971.

Bunga akan dibayar dalam 30 kali cicilan tengah-tahunan dan pembayaran pertama dimulai Juni 1985.
dijelaskan pula keseluruhan hutang tersebut akan dibayar kembali dalam jangka waktu 30 tahun dengan bunga setinggi-tingginya 5%.
namun selama 8 tahun pertama Indonesia diberikan fasilitas untuk menunda maksimal 50% dari jumlah cicilan tahunan.

Hutang kepada Jerman Barat
Sementara itu menurut Bank Indonesia kini sedang dirundingkan oleh delegasi Jerman Barat dan RI tentang penyelesaian naskah persetujuan bilateral konsolidasi hutang-hutang Indonesia kepada Jerman Barat.

Di samping itu juga penyelesaian hutang RI lama dengan Jepang kini sedang digarap.
Delegasi Jerman Barat terdiri dari pejabat Kementerian Luar Negeri Graf von Westphalen dan Hiller serta pejabat dari Hermes Kredit Versicherung AG Dr. Hoffman.

Direncanakan naskah tersebut dapat diparaf di Jakarta sedang penandatanganan dokumen resmi akan dilakukan di Bonn oleh Dubes RI mewakili pemerintah Indonesia.
Sebegitu jauh pemerintah Jerman Barat maupun RI belum bersedia menyebutkan jumlah hutang pra-1966 antara kedua negara itu. (SH)