35 Bahan Pangan Lokal Mulai Dilupakan Masyarakat NTT

35 Bahan Pangan Lokal Mulai Dilupakan Masyarakat NTT

Ist

SHNet, KUPANG – Direktur Perkumpulan Pikul Torry Kuswardono mengatakan sebanyak 35 bahan pangan lokal seperti serelia, kacang kacangan, dan umbi-umbian tidak lagi diingat masyarakat desa dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Torry menyebutkan terdapat tiga isu yang dihadapi dalam mendorong kedaulatan dan keberagaman pangan di NTT. Pertama, nyaris hilangnya memori kolektif mengenai pangan lokal komunitas. Kedua, regenerasi petani yang lambat menjadi penyumbang masalah ketahanan pangan. Ketiga, rendahnya akses dan kontrol bagi perempuan desa terhadap tanah sebagai pelaku kunci yang memastikan ketahanan pangan berlangsung di desa.

Salah satu penghambat perempuan desa adalah faktor kultural seperti perempuan di sebagian besar etnis di NTT tidak mendapatkan hak waris. “Persoalan akses terhadap tanah dan ketersediaan air  juga menjadi persoalan anak muda,” kata Torry di Kupang, pekan lalu.

Menurutya, penegakan regulasi yang berpihak kepada keberagaman pangan lokal menjadi rekomendasi kebijakan yang dinilai signifikan dapat menumbuhkan kembali pasokan produksi pangan lokal melalui penciptaan permintaan dari masyarakat perkotaan dan secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.

“Pikul menggelar vestifal dan diskusi kedaulatan dan keberagaman pangan di Kupang, Sabtu 24 Februari. Hal ini sebagai upaya mendorong kerjasama organisasi masyarakat sipil bersama pemerintah dan pihak swasta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga petani dan kemandirian khususnya petani perempuan dan petani muda di NTT,” katanya. (Dis Amalo)