Universitas Jangan Dijadikan arena Politik

Rektor UI Prof. Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro :

Universitas Jangan Dijadikan arena Politik

520 Lulusan Ikrarkan “Trimarga Sarjana”

Jakarta, 12 Februari 1972 – Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro dalam laporannya pada Dies Natalis ke-XXII dan Hari Sarjana ke-XII UI Sabtu pagi menyatakan bahwa ia tidak rela UI dijadikan arena politik karena hal itu bertentangan dengan usaha depolitasi perguruan tinggi, Prof. Sumantri mengajak seluruh civitas academica UI untuk berpijak dan bersikap sesuai dengan landasan tersebut sebab hanya dengan demikianlah usaha pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan dapat terlaksana.

Dikatakan bahwa keadaan UI masih jauh dari yang diinginkan dalam usaha bidang baik gaji, perumahan, fasilitas pendidikan, research, perpustakaan dan sebagainya. Hal itu menurut Rektor UI merupakan suatu kenyataan dan cermin dari keadaan negara dan bangsa kita dewasa ini yang baru 3 tahun secara sungguh-sungguh menangani pembangunan.

Jangan dieksplotir
Diingatkan bahwa proses pembangunan adalah proses yang lambat dan sulit terutama bila harus dimulai dari kebobrokan dan puing-puing reruntuhan dari satu chaos total.
Itulah sebabnya sering ada gejala ketidak sabaran bahkan frustasi yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kritik, serangan tulisan sampai demonstrasi.

Yang sangat kami sayangkan, demikian dikatakan, situasi ini sering diexplotisir dan dikaitkan dengan pengertian kebebasan mimbar secara absurd, isu kebebasan kampus dan sebagainya.
Menurut Prof. Sumantri, pada tahun kuliah 1972 ini akan tersedia dana research dan survey yang cukup besar khususnya dari sektor pemerintah di dalam rangka persiapan perencanaan Repelita II.

Dalam hubungan ini diharapkannya supaya UI memberikan sumabangan yang substanitionil yang sekaligus mencakup aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara institusionil dimana dosen, asisten dan mahasiswa involve di dalamnya.

Tentang SPP
Mengenai SPP (Sumabangan Pembinaan Pendidikan) dikatakan oleh Prof. Sumantri berdasarkan pengalaman pelaksanaannya di UI akan menyampaikan kepada Menteri P dan K pandangan dan saran yang bersifat fundamental dan prisipil di dalam usaha membantu penyempurnaannya.

Kepada sarjana baru dipesankannya bahwa gelar kesarjanaan mereka membawa serta tanggung jawab yang lebih besar daripada sewaktu menjadi mahasiswa. Dan diingatkan bahwa kesarjanaan itu bukan merupakan jaminan apapun terhadap karir mereka dikemudian hari tetapi faktor kepribadian dan sikap seseoranglah yang akan menentukannya.
Kepada mahasiswa baru dinasehatkan supaya selalu menyadari bahwa tugas utamanya adalah untuk belajar.

Ikrar sarjana
Sebelum laporan Rektor telah diucapkan janji “Trimarga Sarjana” dari sarjan baru yang dibacakan oleh Ny. Neneng Salmiah Bachtiar dari Fakultas Hukum dan pidato sambutan wakil sarjana baru oleh Sidartawan dari Fakultas Kedokteran.

Pada upacara Dies Natahs tersebut telah pula disampaikan pidato ilmiah dari Prof. Dr. Selo Soemardjan – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dengan judul “Peranan Ilmu Sosial Dalam Pembangunan”.
Jumlah sarjana baru yang dihasilkan UI tahun akademi 1971 sebanyak 520 orang dengan perincian : Fakultas Kedokteran 156 orang, Kedokteran Gigi 22 orang, Ilmu pasti dan Ilmu Alam 6 orang, Tekhnik 12 orang, Fakultas Hukum 149 orang, Ekonomi 109 orang, Fakultas Psikologi 13 orang, Sastra 18 orang, Fakultas Ilmu Sosial 25 orang dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 10 orang. (SH)