Survei LSKP, Calon Gerindra-PAN Unggul di Cagub NTT

Survei LSKP, Calon Gerindra-PAN Unggul di Cagub NTT

ist

SHNet, KUPANG-Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon L. Foenay-Christian Rotok (Esthon-Christ) unggul dalam survei dengan mendapat dukungan masyarakat sebesar 33,0 persen disusul Marinus Sae-Emilia Nomleni dan Viktor Laiskodat-Josef A. Nae Soi yang memperoleh suara sama yakni 19,4 persen.

Pasangan Benny K. Harman-Benny A. Litelnoni memperoleh 13,7 persen. Sedangkan yang belum menentukan sikap 14,5 persen. “Bila pemilihan gubernur NTT dilakukan hari ini maka pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Esthon L. Foenay-Christian Rotok mendapat dukungan 33,0 persen disusul Marianus Sae-Emilia Nomleni dan pasangan Viktor Laiskodat-Yoseph Nae Soi memperoleh suara sama yaitu 19,4 persen. Benny K Harman-Benny Litelnoni 13,7 persen,” demikian ditulis dalam press release Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP) yang diperoleh SHNet di Kupang, Kamis (8/2).

Rilis yang dikeluarkan Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP-LSI Network, Kamis (01/02) itu, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 4,8 persen.

Sampel yang digunakan untuk survei ini berjumlah 440 responden dan dilakukan pada 18-24 Januari 2018. Dia mengemukakan alasan Esthon dipilih banyak orang, karen dia adalah mantan wakil gubernur NTT 2008-2013, ini dikenal paling tinggi diantara kandidat lain.

“Mengapa Esthon banyak dipilih? Karena mantan wakil gubernur NTT periode 2008-2013 ini dikenal paling tinggi diantara kandidat yang lain,” ujarnya. Ia menyampaikan popularitas Esthon mencapai 78,3 persen. Di posisi kedua dan ketiga adalah Benny K. Harman 65,3 persen dan Viktor Laiskodat 62,8 persen.

Tingginya popularitas Esthon diikuti dengan tingkat preferensi (ketersukaan) sebesar 85 persen jauh dibandingkan preferensi kandidat lain seperti Marianus Sae 76,3 persen, Viktor Laiskodat 75,1 persen dan Benny K. Harman 66,2 persen.

Esthon L. Foenay-Christian Rotok didukung oleh empat kelompok suku besar di NTT yakni Timor, Flores, Sumba, dan Manggarai. Sedangkan pada kelompok suku Rote, Sabu dan Alor mengarah kepada pasangan Viktor Laiskodat-Josef A. Nae Soi.

Ia menjelaskan Esthon-Christ unggul tipis di Dapil 1 NTT, bersaing dengan Marinus-Emi. Sedangkan di Dapil 2 NTT, Esthon harus berhadapan dengan Viktor-Josep. Basis pemilih Esthon-Christ terdapat di Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Malaka, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor dan Timor Tengah Selatan.

Marinus-Emi memiliki basis di Flores Timur, Ende, Lembata, Nagekeo dan Ngada. Basis Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi terdapat di Kota Kupang, Kupang, Belu, Sumba Timur, Timor Tengah Utara, dan Rote Ndao. “Sedangkan basis

Benny K. Harman-Benny Litelnoni terdapat di Sikka dan Sumba Barat Daya,” katanya.

Dalam rilis tersebut disebutkan dukungan grassroot pemilih partai, berbanding lurus dengan dukungan partai koalisi. Namun, Esthon dapat mencuri sebagian pemilih PDIP, Nasdem, dan Golkar.

Dikatakan semua kandidat masih  punya peluang memenangkan pilkada itu karena dalam pemilih militan, soft supporter masih berada di kisaran 39,8 persen. Soft supporter ini bisa lari ke kandidat manapun tergantung pendekatan strategi masing-masing kandidat pada masa-masa kampanye. Hanya saja, karena pemilih militan Esthon-Christ paling tinggi yakni 22, 3 persen maka dia paling berpeluang. (Dis Amalo)