Presiden Soekarno Serahkan Kekuasaan Pemerintah

Presiden Soekarno Serahkan Kekuasaan Pemerintah

Jenderal Soeharto Beri Penjelasan Melalui RRI/TVRI Kamis Malam

Jakarta, 23 Februari 1967 – Presiden Soekarno yang sejak Agustus tahun 1945 menjadi Presiden RI yang pertama hari Rabu diumumkan telah menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Jenderal Soeharto Pengemban SP 11 Maret.

Pengumuman tentang penyerahan kekuasaan eksekutif yang sudah sejak beberapa hari ini ditunggu dalam bayangan konflik situasi yang semakin menggawat, dilakukan oleh Menpen B.M Diah, Rabu jam 20:15 malam dan dikatakan telah ditandatangani Presiden hari Senin.

Dengan pengumuman penyerahan kekuasaan pemerintahan tersebut Presiden telah melepaskan fungsinya sebagai kepala pemerintahan secara de facto maupun de jure, sedangkan fungsinya sebagai kepala negara masih akan diselesaikan menjelang atau pdaa waktu sidang MPRS Maret.

Presiden telah membacakan pengumuman tersebut kepada seluruh anggota Kabinet Ampera yang datang ke Istana Merdeka jam 20:00 malam.

Jenderal Soeharto kepada siapa kekuasaan pemerintahan diserahkan, hari Kamis malam akan memberi penjelasan kepada rakyat melalui siaran RRI/TVRI.

Dalam pengumuman yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRI Soekarno tertanggal 20 Februari 1967, diserukan kepada seluruh rakyat Indonesia, para pemimpin masyarakat, segenap aparatur pemerintah dan seluruh angkatan bersenjata untuk terus meningkatkan persatuan, menjaga dan menegakkan revolusi dan membantu sepenuhnya pelaksanaan tugas pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/66.

Pasal 2 ketetapan tersebut di atas berbunyi sebagai berikut : Apabila Presiden berhalangan maka Pemegang Surat Perintah 11 Maret 1966 memegang jabatan Presiden.

Pengumuman penyerahan kekuasaan yang segera membawa keredaan dalam ketegangan politik dan menghalau rakyat dan negara dari marabahaya ancaman clash bersenjata antara sesama kekuatan Pancasila selengkapnya sebagai berikut :

Pengumuman
Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRI

Kami Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRISetelah menyadari bahwa konflik politik yang terjadi dewasa ini perlu segera diakhiri demi keselamatan rakyat, bangsa dan negara, maka dengan ini mengumumkan :

1. Kami Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRI terhitung mulai hari ini menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 Jenderal TNI Soeharto sesuai dengan jiwa ketetapan MPRS No. XV/MPRS/1966 dengan tidak mengurangi maksud dan jiwa UUD 45.

2. Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 melaporkan pelaksanaan penyerahan tersebut kepada Presiden setiap waktu dirasa perlu.

3. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, para pemimpin masyarakat, segenap aparatur pemerintah dan seluruh ABRI utuk terus meningkatkan persatuan dan menjaga dan menegaskan revolusi dan membantu pelaksanaan tugas Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 Jenderal Soeharto seperti tersebut di atas.

4. Menyampaikan dengan penuh rasa tanggung jawab pengumunan ini kepada rakyat dan MPRS semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi rakyat Indonesia dalam melaksanakan cita-citanya mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Jakarta, 23 Februari 1967
Presiden Republik Indonesia/Mandataris
MPRS/Panglima Tertinggi ABRI
(SOEKARNO)