Polisi Tiongkok Gunakan Kacamata Pengenal Wajah untuk Melawan Kejahatan

Polisi Tiongkok Gunakan Kacamata Pengenal Wajah untuk Melawan Kejahatan

Ilustrasi / biometrics.mainguet.org

SHNet, Zhengzhou – Teknologi pengenalan wajah akan mengubah dunia. Yang masih nampak secara mainstream, teknologi pengenalan wajah memiliki potensi untuk membentuk kembali dengan cara itu bagi Anda untuk berinteraksi dengan dunia digital dan dunia nyata. Teknologi ini baru saja memasuki jalur mainstream dengan fitur pengenalan wajah Apple iPhone X, namun permintaan akan fitur pengenalan wajah tidak sekedar hanya pada barang konsumsi, tapi pada akhirnya akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan.

Teknologi pengenalan wajah adalah teknologi biometrik yang memindai wajah, foto dan mengenalinya sebagai individu. Lewat teknologi ini kita bisa mengenali gambaran wajah seperti ruang antara mata, kedalaman rongga mata, lebar hidung, tulang pipi dan rahang.

Nah ketika teknologi ini untuk memerangi kejahatan, petugas Polisi Tiongkok tepatnya di kota Zhengzhou, provinsi Henan, ternyata menggunakan tingkat pengamatan baru yang menggabungkan teknologi pengenalan wajah sehingga dapat dikenakan. Mereka menggunakan kacamata pengintai yang dipasang teknologi perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi individu pada sekelompok kerumunan orang.

Petugas polisi di wilayah tersebut sekarang mengenakan kacamata yang memungkinkan mereka mengidentifikasi individu di kerumunan yang menggunakan teknologi pengenalan wajah meskipun sebenarnya telah diluncurkan tahun lalu, sepertinya perangkat ini telah diimplementasikan secara resmi.

Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah memimpin dunia dalam teknologi pengawasan, menerapkan kecerdasan buatan ke dalam program pengawasan mereka. Teknologi perangkat lunak yang dibuat oleh LLVision bertujuan untuk menciptakan tingkat keamanan yang lain dan memperbaiki kinerja polisi. Kacamata tersebut telah membuktikan kemampuannya membantu para petugas polisi untuk mendapatkan tujuh orang dicari karena kejahatan besar dan bahkan mengidentifikasi 25 orang yang menggunakan identitas orang lain. Kacamata teknologi pengenal wajah ini membantu memecahkan masalah tersebut dengan jeda waktu pengenalan wajah seseorang yang mungkin merupakan kriminal dan memanggil pihak berwenang sebelum orang yang diarinc menghilang.

Setiap pasang kacamata terhubung ke sebuah perangkat genggam kecil yang mudah diakses menggunakan perangkat lunak pengenal wajah untuk membandingkan apa yang dilihat oleh para petugas polisi itu dan membandingkan informasi tersebut dengan basis tanggal yang telah dimuat sebelumnya lewat transmisi kecepatan cahaya sepersepuluh detik.

“Dengan membuat kacamata yang bisa dipakai, berikut dengan AI (kecerdasan buatan) di ujung depan, Anda mendapatkan umpan balik yang instan dan akurat. Anda dapat segera memutuskan apa interaksi selanjutnya,” ungkap Chief Executive LLVision, Wu Fei,

Meskipun banyak orang sangat antusias dengan potensi aplikasi keamanan tersebut, tapi tetap ada kekhawatiran yang jelas akan penerapan teknologi ini. Beberapa orang percaya teknologi akan menyebabkan oknum petugas meminjamkan profil rasial dan bahkan masalah privasi warga yang lebih luas. (HNP)