Pertumbuhan Ekonomi NTT Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

Pertumbuhan Ekonomi NTT Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

Ist

SHNet, KUPANG – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) di 2017 lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,07 persen, meskipun terkoreksi sedikit menurun sekitar 0,01 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 5,17 persen.

“Pertumbuhan ekonomi NTT cukup spektakuler sebesar 5,16 persen pada 2017 atau melampaui pertumbuhan ekonomi secara nasional yang hanya mencapai 5,07 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia di Kupang, Senin (5/2).

Dari twiwulan I-IV di tahun 2017 atau “c to c” BPS mencatat pertumbuhan ekonomi di NTT cukup spektakuler, yakni sebesar 5,16 persen atau masih melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,07 persen. Pertumbuhan ekonomi di 2017 lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,07 persen, meskipun terkoreksi sedikit menurun sekitar 0,01 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 5,17 persen.

Ia mengatakan, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen di 2017 itu, sumber terbesar berasal dari sektor pertanian mencapai 1,35 persen dan sisanya dari gabungan beberapa sektor lainnya. Meskipun sektor pertanian ini sangat tergantung pada kondisi musim tapi perannya sangat besar sekali untuk NTT ini.

“Sektor pertanian memiliki `share` tertinggi terhadap struktur pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 28,72 persen. Dari sekitar 17 sektor penyumbang lain-lainnya seperti perdagangan, konstruksi, pendidikan dan lainnya, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB kita,” ujar dia.

Dikatakan, nilai yang diperoleh dari sektor pertanian terhadap pertumbuhan PDRB di 2017 masing-masing di antaranya, untuk harga berlaku sebesar Rp26 triliun, dan harga konstan Rp17 triliun.

Meskipun sektor pertanian memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB, namun pertumbuhannya tercatat masih kecil sekitar 4.88 persen.

Ia menambahkan, dari aspek produksi pertumbuhan ekonomi di NTT didorong semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha penyedia akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,59. (Dis Amalo)