Pengusaha Nasional Kurang Modal Untuk Layani Pesanan Luar Negeri

Menteri Perdagangan Soemitro :

Pengusaha Nasional Kurang Modal Untuk Layani Pesanan Luar Negeri

Jakarta, 10 Februari 1972 – Menteri Perdagangan Prof. Soemitro mengatakan keterampilan perdagangan internasional yang dimiliki para eksportir dan pengusaha Indonesia belum bisa melayani pesanan yang datang dari luar negeri.

Kesulitan modal yang dihadapi para eksportir dan pengusaha kita selalu menjadi masalah dalam memenuhi keinginan konsumen luar negeri terhadap barang hasil industri Indonesia.
Demikian laporan Menteri Sumitro tentang perkembangan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan baru-baru ini.

Untuk mengatasi kedua masalah ini, Menteri Sumitro yang kini berada di Swiss menghadiri pertemuan Kamar Dagang se-Eropa, menegaskan perlunya usaha penanggulangan dari pemerintah.
Ikut sertanya Indonesia dalam pameran internasional telah menimbulkan kepercayaan luar negeri atas barang hasil industri kita sehingga mereka berminat untuk melakukan pembelian secara besar-besaran dan langsung, demikian menteri. Barang-barang seperti ukiran, anyaman, perhiasan dan hasil kulit akan membawa harapan baik, kata Soemitro menambahkan.

Dalam menunjang dan mengarahkan produksi tekstil pemerintah menerima bantuan tenaga ahli dari ILO (Organisasi Buruh Internasional). Maksudnya supaya hasil tekstil batik, lurik sutera dan sebagainya dapat dikebangkan sesuai selera konsumen di luar negeri.

Mengenai usaha lembaga pengembangan ekspor nasional, sampai kini baru direalisir pendirian Pusat Pengembangan Pemasaran Hasil Kerajinan, sedang Pemasaran Hasil Pertanian dan Industri baru akan direalisir tahun 1972-1973.
Usaha lembaga selama ini memperoleh bantuan dari Unctad, Gatt ITC dan pemerintah. (SH)