Penahanan Demonstran, Proyek Mini Dan Tapol

Keterangan Di Depan Pers Ausi Tentang :

Penahanan Demonstran, Proyek Mini Dan Tapol

Jakarta, 9 Februari 1972 – Presiden Soeharto menyatakan bahwa saling membantu antar negara penting sekali artinya dalam meningkatkan ketahanan nasional menghadapi masalah dibidang pertahanan keamanan.

Presiden Soeharto mengemukakan pendapatnya itu dalam konferensi persnya hari Senin di kediaman resmi Dubes RI di Canberra yang dihadiri oleh wartawan surat kabar, radio, televisi, serta kantor berita.

Menanggapi pertanyaan sehubungan dengan terjadinya penahanan terhadap diri mereka yang ikut dalam aksi ekstra parlementer di Jakarta, Kepala Negara menjelaskan bahwa untuk melaksanakan pembangunan nasional perlu terlebih dahulu diletakkan suatu dasar nasional pula yang meliputi bidang politik ekonomi, sosial pertahanan keamanan dan hukum.

Inilah landasan utama pembangunan yang perlu ditegakkan. Ditinjau dari kestabilan sebagai landasan pembangunan itu maka haruslah diambil tindakan terhadap mereka yang melanggarnya.

Menurut Presiden, mereka yang ditahan dewasa ini diperiksa secara wajar dan hubungan mereka dengan keluarganya masing-masing atau dengan pengacaranya adalah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Proyek mini
Menjawab pertanyaan sekitar proyek mini dan demonstrasi yang dilancarkan terhadap pelaksanaan proyek itu, Presiden mengemukakan tidaklah benar jika pemerintah Indonesia sama sekali tidak ingin menerima kritik.

Akan tetapi kritik yang dilancarkan itu tidak boleh lepas dari tanggung jawab terhadap bangsa.
Kritik yang dilancarkan melalui ekstra parlementer baru-baru ini menurut Kepala Negara justru merupakan cara yang bertentangan dengan kepentingan stabilitas nasional yang merupakan landasan pembangunan di Indonesia.

Tapol
Mengenai tahanan politik, Presiden mengemukakan bahwa sejak beberapa waktu yang lalu semua tahanan politik golongan C sudah dibebaskan.

Mereka itu menurut Presiden tidak bersalah dalam hubungan pengkhianatan PKI tahun 1965 ketika partai itu melancarkan perebutan kekuasaan yang gagal.
Disamping it masih terdapat dua ribuan orang yang tergolong “A” yang akan diajukan pengadilan, karena terdapat bukti kuat bahwa mereka melakukan makar.

Dan golongan “B” adalah mereka yang dalam hubungan makar, kesalahan nyata, tetapi tidak terdapat, bukti untuk diajukan ke pengadilan, mereka ini berada di Pulau Buru dan memiliki kebebasan seperti penduduk setempat. (SH/Ant)