Pakar : Bumi Bulat, Ini Buktinya

Pakar : Bumi Bulat, Ini Buktinya

Badan Informasi dan Geospasial (BIG) menyelenggarakan Media Gathering bertajuk "Geoid, Bumi Datar atau Bumi Bulat?", di Bogor, Selasa (20/2). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Bogor- Belum lama ini dunia sempat dihebohkan dengan munculnya paham yang menyatakan bahwa bumi ini datar. Paham tersebut juga didukung oleh penjelasan dan data yang viral di media sosial, terutama youtube.

Dengan masifnya pemberitaan, menyebabkan hal itu menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan didiskusikan. Apalagi saat ini Masyarakat Bumi Datar atau dikenal sebagai Flat Earth Society jumlah pengikutnya mencapai Flat Earth Society (FB: @FlatEarthGeocentric) memiliki pengikut sebanyak 187.000 orang di dunia dan sebanyak 63.800 orang (le indonesian flatearth_society) di Indonesia.

“Bumi ini bulat, walaupun bentuk bumi tidak bulat penuh dan tidak rata. Ini hasil dari pengukuran geodesi,” ujar Dr. Heri Andreas ST, MT., Dosen Prodi Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung pada Media Gathering bertajuk “Geoid, Bumi Datar atau Bumi Bulat”, di Bogor, Selasa (20/2).

Menurutnya, bukti bumi ini bulat ditunjukkan dengan produk-produk peta dan positioning. “ Gojek, google earth, global map, itu bukti karena bumi ini bulat,” ungkap Heri.

Menurutnya, dalam bidang geodesi ada bagian data dari citra satelit atau pengindraan jauh. Hal ini sekaligus mematahkan anggapan dari Computer Graphic Imagery (CGI) yang menyebutkan tidak pernah ada roket yang membawa satelit ke angkasa.

Dr. Antonius Bambang \Mjanarto, Kepala Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika Badan lnformasi Geospasial (BIG) menyatakan bahwa bumi ini bulat geoid. Menurutnya, banyak teknologi-teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk membuktikan bahwa bumi bulat.

“Dalam penerbangan misalnya, ada penerbangan murah. Penerbangan murah ini menggunakan dasar-dasar astronomi bola sehingga kita dapat harga travelling yang murah.” ujarnya. (Stevani Elisabeth)