Menpar Arief Yahya Puji Nam Air Soal Terbang Tepat Waktu

Menpar Arief Yahya Puji Nam Air Soal Terbang Tepat Waktu

Menteri Pariwisata Arief yahya saat berkunjung ke kantor Air Tower Sriwijaya Group. (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta–  Terbang tepat waktu, itu penting dalam menjaga reputasi airlines. Soal on time schedule inilah yang dipuji Menpar Arief Yahya buat Nam Air, group Sriwijaya saat roadshow di Kantor Air Tower Sriwijaya Group di Tangerang, Banten, kemarin.

“Selamat buat Nam Air, yang terbang tepat waktu. Setelah itu baru Sriwijaya Air, yang punya tingkat penerbangan On Time Performance. Manjakanlah wisatawan yang menjadi customers Anda,” tegas Menpar.

Kehadirannya ke Sriwijaya Group disambut oleh President & CEO Sriwijaya Air Chandra Lie bersama jajaran direksi Sriwijaya Air dan Nam Air. Tak ketinggalan, dirinya diajak melihat Operational Control Center di kantor yang baru saja resmi dipergunakan Sriwijaya Group pada awal November tahun lalu ini.

“Meskipun memiliki waktu penerbangan yang tepat, tapi harus diingat pertumbuhan Sriwijaya Group tidak boleh lebih rendah dari pertumbuhan sektor pariwisata yang tahun 2017 lalu mencapai 22%! Apalagi, diproyeksikan Pariwisata akan menjadi sumber devisa nomor 1, mengalahkan CPO. Itu harus diingat!,” bebernya lagi.

Semua direksi optimis, pariwisata bakal menjadi back bone ekonomi bangsa ke depan. Dan sebagai sumber devisa utama, pariwisata akan menggerakkan orang dari satu tempat ke tempat lain.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan bahwa pertemuan hari ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dalam rangka menjalin hubungan kerjasama antara Pemerintah dengan operator penerbangan, khususnya dalam hal berupaya memperluas aksesibilitas dan konektivitas.

“Ini merupakan kunjungan seperti tahun sebelumnya. Dimana pada pertemuan ini Sriwijaya Air Group dengan Kementerian Pariwisata berdiskusi untuk meningkatkan industri pariwisata maupun industri transportasi di Indonesia,” kata Agus.

Sriwijaya Air Group, lanjut Agus berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang berada di angka 17 juta untuk tahun 2018.

“Selain Sriwijaya Air, adapula Nam Air yang berada di posisi pertama dengan tingkat OTP 92,62%. Sedangkan Sriwijaya Air peringkat 2 dengan catatan 88,69%,” tuturnya.

Diakuinya lagi, sejak memiliki komitmen maka maskapai Sriwijaya Air dalam menjaga aspek keselamatan penerbangan berbuah penerimaan Sertifikat BARS Gold yakni sertifikat Basic Aviation Risk Standard (BARS) dengan status gold. BARS merupakan standar pengelolaan aktivitas penerbangan berbasis resiko. Sertifikat BARS Gold Sriwijaya Air berlaku hingga 12 Juni 2019.

“BARS status GOLD ini diberikan oleh Flight Safety Foundation, sebuah organisasi independen yang mempunyai misi meminimalkan resiko dan meningkatkan keselamatan penerbangan di seluruh dunia,” urainya lagi.

Di sisi lain, Pengamat Penerbangan Gerry Soerjatman menambahkan persoalan ketepatan waktu menjadi modal utama untuk maskapai penerbangan di Tanah Air. Pasalnya, jika menanti terlalu lama maka wisatawan akan sulit datang buat menikmati keindahan di Indonesia.

“Modal utama transportasi di Indonesia adalah ketepatan waktu, apalagi buat maskapai penerbangan. Ketika maskapai yang ditumpangi wisatawan tepat waktu maka lonjakan wisatawan ke Indonesia semakin meningkat. Perlu diingat, keindahan Indonesia akan lebih cepat dikenal bukan saja melalui sosial media melainkan dari mulut ke mulut,” tuturnya. (Stevani Elisabeth)