Masalah Orang Maluku Di Belanda Supaya “Dimaafkan Dan Dilupakan”

Ex. Dubes Alamsyah

Masalah Orang Maluku Di Belanda Supaya “Dimaafkan Dan Dilupakan”

Jakarta, 14 Februari 1974 – Bekas Duta Besar RI di Negeri Belanda H. Alamsyah Ratu Perwiranegara mengajak untuk “memafkan dan melupakan segala soal yang lalu sehubungan dengan kehadiran orang Maluku di Negeri Belanda”.

Memberikan keterangan atas pertanyaan selesai menemui Presiden Soeharto di Istana Merdeka Rabu siang, Alamsyah katakan tidak ada yang harus dipersalahkan dengan kehadiran mereka di sana, baik bangsa Belanda, juga tidak bangsa Indonesia.

“Yang salah itu adalah keadaan pada waktu itu. Marilah kita melupakan dan memaafkan, to for give and to forget segala soal yang lalu”.
Ia mengulangi pesannya kepada orang Maluku baru-baru ini yaitu bahwa pemerintah Indonesia bukan menghendaki agar mereka kembali semuanya, tapi di mana saja berada itu adalah bumi Tuhan dan jangan menjadi kelas yang terendah daripada bangsa di dunia ini.

“Sebab bagaimanapun juga”, kata Alamsyah, orang bisa menyebut Maluku atau Ambon, “tetapi dunia mengetahui kalian adalah orang Indonesia. Janganlah orang Indonesia itu identik dengan orang yang terendah”, kata Alamsyah mengulangi pesannya.

Ini dikatakannya telah dipahami oleh sebagian terbesar orang Maluku di sana tapi memang sebagian kecil yang dipergunakannya kekurang mengertian kawan-kawannya masih ada, katanya.

Menjawab pertanyaan tentang pemulangan, repratriasi, kata Alamsyah tergantung pada pemerintah Belanda sendiri sebab pembiayaan dan lain-lainnya telah diajukan pihak Indonesia tapi dikatakannya pemerintah Belanda hanya menyalurkan saja siapa yang ingin kembali. Sedang yang menetap di negeri Belanda, mereka mengharap untuk berintegrasi.

Alamsyah mengakui bahwa orang Maluku di Negeri Belanda hidup “berpuak-puak” (berkelompok) yang mengakibatkan adanya pendapat seolah-olah ada diskriminasi “Dus kita tidak bisa menyalahkan orang Belandanya saja”, kata Alamsyah.

Kepada Presiden Soeharto menurut Alamsyah telah dilaporkan selesai tugasnya di Negeri Belanda. Ia belum dapat memberitahukan tugas apa yang akan dipikul selanjutnya.
Alamsyah telah 2 tahun bertugas sebagai Duta Besar berkuasa penuh untuk Negeri Belanda. (SH)