Luas Lahan Tanaman Padi dan Jagung di NTT Bertambah

Luas Lahan Tanaman Padi dan Jagung di NTT Bertambah

Ist

SHNet, KUPANG – Luas lahan tanaman padi di Nusa Tenggara Timur (NTT) periode Oktober-Desember 2017  mencapai 112.000 hektar. Dibandingkan dengan periode Oktober-Desember 2016, luas lahan tanam hanya mencapai 106.000 hektar.

“Terjadi peningkatan 6000 hektar luas lahan tanaman padi di tahun 2017. Kita berharap luas lahan tanam untuk semua komoditi terus bertamah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba di Kupang, Kamis (1/2).

Luas lahan tanam untuk komoditi jagung pada periode Oktober-Desember 2017 mencapai 290.000 hektar dibandingkan dengan periode Oktober-Desember 2016 hanya 258.000 hektar . Terjadi peningkatan luas lahan kurang lebih 34.000 hektar di tahun 2017.

Menurut Yohanis, bertambahnya luas areal tanaman padi dan jagung  disebabkan karena beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah di antaranya bantuan benih dan fasilitas pertanian kepada petani, pendampingan petani melalui bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membuka lahan baru, dan program Gerakan pemuda tani (Gempita). Melalui upaya-upaya tersebut para petani terdorong untuk mengolah lahannya.

Ia menjelaskan,  iklim pada musim tanam di awal tahun ini  cukup baik karena curah hujan yang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang cuacanya sangat ekstrim sehingga lahan pertanian yang digarap petani masih kurang.

“Di tahun 2016, yakni Maret sampai April petani tidak menanam karena lahan tidak diolah sebab curah hujan sangat kurang. Mudah-mudahan tahun ini curah hujan normal agar petani berhasil mengolah dan menanam lahan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengemukakan,  sampai dengan saat ini belum ada laporan resmi dari dinas pertanian kabupaten/kota tentang kerusakan tanaman karena bencana alam.  Bisa diprediksi tingkat kerusakan tanaman akibat bencana alam di tahun 2018 sangat kecil karena turunnya hujan yang cukup deras disetai angin kencang disaat tanaman misalnya jagung sudah memasuki usia vegetatif.

“Memang hujan sehingga banjir dan angin kencang melanda daerah- daerah tertentu tapi tidak ada dampak yang merusak tanaman dalam jumlah yang banyak,” kata Yohanis.

Diakuinya,  ada tanaman yang rusak dilanda bencana banjir namun hanya di daerah pinggiran kali. Luas lahan tanaman yang rusak tidak lebih dari dua hektare. (Dis Amalo)