KSP Bermanfaat untuk Pembangunan Bangsa

KSP Bermanfaat untuk Pembangunan Bangsa

Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin saat memberikan sambutan di Sosialisasi Percepatan Kebijakan Satu Peta wilayah Jawa, di Bidakara Jakarta, Kamis (1/2). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Banyaknya peta yang tumpang tindih, membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan Kebijakan Satu Peta (KSP). Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin mengatakan, KSP bukan masalah teknis, tetapi strategis yang dampaknya pada kesejahteraan rakyat.

“BIG anggap ini program sangat penting karena ujung-ujungnya untuk pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya saat sosialisasi percepatan pelaksanaan KSP, di Jakarta, Kamis (1/2).

Dia menjelaskan, KSP sudah dirintis sejak 2016. Pada 2016, KSP dilakukan untuk wilayah Kalimantan. Kemudian 2017, KSP dilakukan untuk wilayah Sulawesi, Bali, NTB dan NTT. Tahun ini, KSP dilakukan untuk wilayah Jawa, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Untuk wilayah Jawa, ada 81 tema. Sebanyak 81 tema itu disosialisasikan hari ini. Sementara itu, sosialisasi KSP untuk wilayah Maluku dan Papua akan dilakukan minggu depan di Makassar.

“Proses integrasi KSP akan diresmikan pada Agustus 2018,” ungkapnya. Menurutnya, BIG akan terus melanjutkan program KSP.

Selain itu, BIG tahun ini akan menyelesaikan peta batas desa dan kelurahan. Hasanuddin menambahkan semua hasil KSP harus bisa dipakai oleh semua dan dapat diakses melalui online secara gratis.

“Peta yang lebih bagus dan lebih baik itu peta kita, bukan google map,” katanya. (Stevani Elisabeth)