Karena Pelecehan, Pelaut Itu Harus Meringkuk Ditahanan

Karena Pelecehan, Pelaut Itu Harus Meringkuk Ditahanan

SHNet, Jakarta – Anggi yang memiliki nama asli Angrizal Noviandi (31) tidak mengira nasipnya akan sial dan berujung dalam bui dengan masa tahanan yang cukup lama. Jebolan sekolah pelaut di bilangan Sunter, Jakarta Utara ini, ditahan karena telah melakukan pelecehan terhadap penumpangnya yang seorang wanita saat mengantar ke Bandara Soekarno Hatta pada Senin (11/2/2018).

Anggi yang off dan tengah menungu panggilan berlayar ini, mengisi waktunya dengan mengantar penumpang melalui aplikasi taksi online. Dengan mengginakan aplikasi temannya dan kendaraan kelyarganya, Senin itu dirinya mengambil penumpang dari perumahan dibilangan Kali Malang, Bekasi dengan tujuan ke Bandara Soetta.

” Saya ambil penumpang ini sekitar pukul 03.00 Wib, dan langsung masuk ke jalan Tol dengan tujuan Bandara. Selama dalam perjalanan, korban ini hanya mengatakan ke arah Bandara saja,” ujar Anggi yang kakinya sempat terkena timah panas oleh polisi kepada SHNet, Rabu (14/2/2018).

Anggi yang dua tahun berlayar keliling dunia ini, merasa tersinggung atas pernyataan korban yang saat itu hendak ke Surabaya melalui jalan udara. Menurutnya, saat sudah tiba di bandara korban diam saja saat kendaraan yang fibawanya lewat di terminal satu dan dua.

“Begitu juga saat lewat di terminal tiga, korban diam saja. Pas saya keluar dari jalan utama, barulah korban marah-marah. Perkataan korban itulah yang membuat saya menjadi emosi,”katanya dengan wajah nanar menyesali perbuatannya.

Menurut pelaku, korban mengatakan bahwa.dirinya sengaja membawa muter-muter dan ketempan gelap. Dari umpatan penumpang itu, pelaku awalnya hanya ingin menurunkan korban. Tapi niat jahat telah merasuki dirinya, hingga pelaku langsung memeluk korban dan mencumbunya.

” Pada saat saya cium dengan paksa, korban bilang kalau dirinya tengah hamil dua bulan. Pada saat itu saya langsung sadar dan langsung saya lepas. Saya langsung menyuruh korban naim ke mobil. Pas diputaran balik dan tempat sepi korban saya turunkan,” ujarnya.

Pada saat turun masih menurut pelaku, ia sempat memberi uang untuk korban. Namun, hp.Iphon milim korban ia sita.
“Sumpah, saya hanya ingin memberikan pelajaran saja kepada korban yang tidak.lain adalah penumpang saya. Saya memang sopur, tp bukan sopir dia.(korban),” kata Anggi lagi.

Sementara itu menurut Kasubdit Resmob Ditreskrim Polda Metro Jaya, AKBP Aris Supriyono, pelaku ditangkap pada Senin (11/2/2018) sore saat tengah membawa taksi online di bilangan perumahan Galaxi, Bekasi.

“Pada saat ditangkap, pelaku sempat melawan hingga kami harus melumpuhkannya. Pada saat itu pelaku tengah kami ajak untuk menunjukkan dimana pelaku telah membuang hp milik korban. Disitulah pelaku mencoba untuk kabur,” ujar Aris Supriyono kepada SHNet dalam kesempatan yang sama. (MH)