Kapolri Perintahkan Untuk Tembak Bandar Narkoba

Kapolri Perintahkan Untuk Tembak Bandar Narkoba

SHNet, Jakarta- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, bandar narkoba yang akan memasuki Indonesia dengan membawa narkoba agar ditindak tegas. Tindakan tegas ini adalah, dengan menembak pelaku pembawa narkoba yang ingin masuk ke Indonesia.

“Saya sudah katakan kepada seluruh anggota narkoba, untuk tembak mati bandar narkoba yang ingin masuk ke Indonesia. Bila ingin ditangkap dan terus melakukan perlawanan, langsung di tembak saja dan ini adalah perintah saya,” kata Kapolri Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2).

Seperti dimetahui tim gabungan Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, telah menggagalkan penyelundupan 240 Kg sabu dan 30 ribu ekstasi. Barang haram tersebut diselundupkan di dalam mesin cuci.

“Tim sudah beberapa bulan melakukan penyelidikan di lapangan, sekaligus kerja sama dengan counter part kami kepolisian Malaysia juga dari Bea-Cukai dan lain-lain sehingga tim ini berhasil pada tanggal 8 Februari melakukan upaya paksa penindakan di Dadap, Tangerang,” jelas Tito lagi.

Dari penyelundupan narkoba ini, tim menangkap dua dari tiga tersangka Joni alias Marvin Tandiono berikut 12 mesin cuci yang digunakan untuk menyimpan 228 plastik berisi sabu dan 6 plastik berisi ekstasi. Barang bukti tersebut disita polisi di Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gedung E12 Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang pada tanggal 8 Februari 2018 lalu.

” Sudah benar ini, satu tersangka ditembak.mati karena melawan saat akan ditangkap. Dan jaringan ini juga juga mengedarkan ekstasi. Modusnya relatif baru karena menggunakan mesin cuci, biasanya gunakan tas. Dulu pernah kami ungkap dengan modus piston sehingga tidak terdeteksi,” kata Tito.

Dari penangkapan Joni ini, malam harinya tim menangkap tersangka Andu alias Aket. Dari hasil keterangan Andi, tim menangkap tersangka Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono, WN Malaysia, di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 9 Februari 2018.

“Sabtu, tanggal 10 Februari lalu, tersangka Lim Toh Hing ini waktu dikembangkan berusaha kabur, melawan maka ditindak tegas dan tewas dengan tembakan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit,” sambungnya.

Tito mengatakan Lim adalah pelaku utama jaringan ini. “Yang dibantu seorang tersangka yang masih menjadi narapidana di Lapas di Jakarta, namanya Indrawan alias Alun,” ujarnya. (MH)