Kampung Biru Arema, Kampung Tematik Teranyar di Kota Malang

Kampung Biru Arema, Kampung Tematik Teranyar di Kota Malang

Kampung Biru (SHNet/Eka Susanti)

SHNet- MALANG – Kota Malang makin mengukuhkan diri sebagai kota wisata dengan destinasi kampung-kampung tematik. Kawasan perkampungan yang semula tampak kumuh, disulap dengan tatanan ikon tertentu sehingga menarik untuk dijadikan destinasi wisata.

Kampung Biru Arema menjadi kampung tematik teranyar yang diresmikan Walikota Malang HM Anton, Selasa (6/2) siang.  Kampung ini berada di RW 4 dan RW 5 Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sesuai temanya, cat biru mendominasi dinding dan atap rumah warga. Warna biru merujuk pada  identitas tim sepakbola kesayangan warga Malang, Arema.

Perpaduan biru muda dan biru tua didukung  karya-karya mural singa dan beberapa pemain legenda Arema dalam format tiga dimensi, menjadikan atmosfer sepak bola terasa kental.

Dibutuhkan sekitar 10 ton cat untuk membirukan sebanyak 500 rumah warga. Proses pengerjaan sejak Agustus 2017 lalu, dan bakal tuntas Maret mendatang. Biaya pengecatan  dan penataan kampung Biru Arema sebesar Rp1,5 Miliar digelontorkan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT Indana Paint. Rencananya, kampung Biru akan diperluas hingga ke RW 2 dan RW 3.

“Apa yang dilakukan PT Indana Paint semoga menjadi motivasi bagi perusahaan lain yang akan memberikan CSR kepada masyarakat Kota Malang,’’ ujar Abah Anton – sapaan akrab Walikota Malang HM Anton.

Kampung Biru Arema, lanjut Anton, diharapkan menjadi ikon baru bagi Kota Malang yang identik dengan Aremania dan klub sepak bola kebanggaan warga Malang, Arema. Untuk menikmati keindahan Kampung Biru Arema,  pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2.500 per orang.

Kampung Tematik TerpaduKehadiran Kampung Biru Arema di kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas atau yang lebih dikenal dengan nama Embong Brantas, melengkapi dua kampung tematik yang telah hits sebelumnya. Yakni Kampung Warna- Warni dan Kampung Tiga Dimensi atau yang lebih dikenal dengan Kampung Tridi.

Kampung Biru Arema di sisi barat Jembatan Brantas, sementara Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi di sisi timur.  Pengunjung pun bisa menikmati tiga kampung tematik ini sekaligus tanpa harus menyeberangi Jembatan Brantas. Sebab di bawah jembatan terdapat tanggul yang bisa dilintasi pejalan kaki.

Kampung Warna warni menjadi kampung tematik pertama yang dimiliki warga Kota Malang. Kampung ini diresmikan tahun 2016. Pembuatannya terinspirasi sebuah kampung di Rio De Janeiro, Brazil, kampung ini direalisasi sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang praktikum di PT Indana Paint. Tak kurang dari 90 rumah warga dicat warna warni. Meliputi  tiga RT yakni 06,07, dan 08, di  RW 02 Kelurahan Jodipan.

Sukses mengubah kampung yang awalnya kumuh itu menjadi warna-warni, sekaligus menjadi destinasi wisaa yang mengangkat perekonomian warga, Pemkot Malang melanjutkan  penataan dengan membuat Kampung Tridi. Letaknya di utara bantaran Sungai Brantas yang masuk Kelurahan Kesatrian.

jembatan kaca

Sesuai namanya, Kampung Tridi tak hanya memiliki dinding yang di cat berwarna warni,  tapi juga dilengkapi  gambar tiga dimensi yang bisa dijadikan spot foto-foto yang menarik.

Supaya lebih menarik dibangun pula  jembatan yang menghubungkan antara Kampung Warna Warni dengan kampung Tridi. Bukan sekadar jembatan, melainkan sebuah jembatan kaca yang dibangun dengan model jembatan gantung.

Meski hanya bagian tengahnya yang terbuat dari kaca,  namun jembatan berwarna kuning emas dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter itu, mampu menampung sekitar 50 orang dengan berat beban 250 Kg. Jembatan ini menjadi Jembatan kaca pertama di Indonesia dan dinamai Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. (Eka Susanti)