Jangan Bakar Istana

Wakil Ketua MPRS Subchan :

Jangan Bakar Istana

Jakarta, 12 Februari 1967 – Wakil Ketua MPRS Subchan ketika ditanyai menyatakan, bahwa sudah pasti Sidang Umum Istimewa yang adalah akan dilangsungkan tanggal 7 s/d 11 Maret di Jakarta. Hal ini dikatakan oleh Subchan selesai menerima delegasi besar SOKSI yang datang menemui pimpinan MPRS Senin siang ini.

Kepada delegasi SOKSI Subchan mengatakan, bahwa dalam melaksanakan Orde Baru ini dua hal harus diingat, yaitu bahwa dalam menegakkan hukum dan konstitusi kita harus konsekwen, tanpa mengadakan diskriminasi. Juga dikatakan tidak boleh melaksanakannya dengan jalan anarki.

Menyinggung adanya suatu golongan yang menjadikan perang saudara sebagai momok, Subchan memberikan jawabannya yang tegas : “Kalau musuh datang, kita pasti tidak akan lari”. Dalam hal isu kompromi dijelaskannya bahwa MPRS hanya bisa berkompromi dalam hal kebijaksanaan.

Tapi dalam menegakkan hukum dan konstitusi MPRS tidak menganal kompromi. Tapi dalam pada itu dikatakannya, jangan kiranya kita terlalu ekstrim, misalnya membakar Istana, itu tidak perlu, demikian Subchan.

Delegasi besar SOKSI berjumlah ratusan orang dan telah menyampaikan resolusinya antara lain mendukung resolusi DPRGR, dan menyatakan siap secara fisik dan mental mengamankannya. Juga menuntut MPRS untuk menjatuhkan vonisnya kepada Ir. Dr. Soekarno dan menunjuk Pejabat Presiden sesuai dengan Ketentuan MPRS No. 9.

Dinyatakannya, bahwa walaupun Presiden besok lusa mengudurkan diri dan lari keluar negeri, MPRS harus terus menjalankan tugasnya karena fakta telah lengkap tentang terlibatnya Bung Karno dalam pemberontakan Gestapu/PKI. (SH)