Desa Oh’aem Usulkan Konsumsi Pangan Lokal Saat Rapat

Desa Oh’aem Usulkan Konsumsi Pangan Lokal Saat Rapat

Ist

SHNet, KUPANG – Kepala Desa Oh, aem I, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mesak A. Tanaos dalam diskusi yang digelar Perkumpulan PIKUL, Selasa (13/2) menegaskan pada 2016 lalu telah diusulkan kegiatan vestifal pangan lokal dimasukan dalam APBDes. Namun, saat diasistensi ke kabupaten, diminta harus diganti dengan kegiatan lain.

“Sebenarnya regulasinya cukup jelas, masalahnya pada saat implentasinya. Pernah diusulkan kegiatan vestifal pangan lokal dimasukan dalam APBDes, namun saat asistensi diminta ganti dengan kegiatan lain,” kata Mesak.

Ia mengusulkan, setiap rapat atau kegiatan lain di Kabupaten Kupang, harus menggunakan  pangan lokal yang dipesan dari masyarakat di desa. Pada kesempatan itu, Wera dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Kupang mengatakan ada peluang pangan lokal dalam dana desa.

Dijelaskan, rumusan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Kupamg bersifat umum, karena berlaku untuk 160 desa di daerah itu. Lebih lanjut Wera mengusulkan PIKUL bisa melakukan  pendekatan dengan Bupati Kupang, supaya bisa mendapatkan satu sesi rapat koordinasi setiap bulan dengan para kepala desa untuk menyampaikan pentingnya pengembangan pangan lokal sehingga dampaknya lebih luas lagi.

Sementara Andry Ratumakin, peneliti Perkumpulan PIKUL menambahkan, urusan pangan bisa masuk dalam bidang  pembangunan desa atau pemberdayaan masayarakat.

“Kesulitannya adalah ketika usulan kegiatan tidak sesuai  mata anggaran maka  sistem pelaporan anggaran tidak akan menerima kegiatan diluar mata anggaran yang tertera dalam regulasi yang sudah dikeluarkan,” kata Andry.

Ia menegaskan kekuatan tertinggi di desa adalah keputusan saat musyawarah desa. Hal yang penting adalah kelengkapan dokumen pendukung berupa berita acara dan daftar hadir. (Dis Amalo)