Belanda Rencanakan Bangun Peternakan Energi Matahari Masal di Laut

Belanda Rencanakan Bangun Peternakan Energi Matahari Masal di Laut

Belanda tampaknya sekali lagi membuktikan komitmen serius mereka untuk menemukan solusi energi berkelanjutan. Sebuah peternakan energi surya terapung, yang pertama di dunia, sedang dikembangkan di negara ini.

eandt.theiet.org

SHNet, Leiden – Seiring dengan kebutuhan yang terus meningkat dan ketergantungan manusia akan energi yang bersumber dari fosil, membuat cadangan minyak dunia berkurang dengan sangat cepat. Untuk itu berbagai negara telah mencoba menemukan solusi untuk menghemat pemakaian energi tersebut sambil memikirkan bagaimana menggunakan energi alternatif sebagai pengganti yang sepadan.

Setelah sukses membangun salah satu peternakan angin terbesar, Gemini, di lepas pantai utara Groningen, pemerintah Belanda mulai membangun pengembangan energi alternatif berikutnya. Berbekal konsorsium yang terdiri dari sembilan anggota, negara kincir angin itu berharap dapat berhasil mengembangkan salah satu peternakan energi surya terapung terbesar di dunia.

Oceans of Energy, sebuah perusahaan yang berbasis di Belanda mendirikan sistem terapung di lepas pantai untuk pembangkit energi bersih, dan akan mengembangkan pabrik tersebut, yang diberi nama Project Solar-at-Sea. Pemimpin dan CEO Oceans of Energy, Allaard van Hoeken, mengatakan tentang sejarah proyek ini, “Apa yang akan kita lakukan dalam proyek ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan sungguh luar biasa. Ladang peternakan surya sudah pernah dibuat di bawah air seperti danau, namun sebuah proyek di laut belum pernah dilakukan sebelumnya karena ini jauh lebih menantang.” “Angin yang merusak, dan gelombang, kekuatan di laut membuat orang lain ragu untuk mengembangkannya,” ujar van Hoeken. “Dengan kompetensi mitra proyek kami dan keahlian membangun dari industri lepas pantai Belanda, kami yakin bahwa kami akan sukses,” tambahnya.

Proyek Solar at Sea akan menerima US$ 1.48 juta dukungan dana pemerintah dari Kementerian Perekonomian dan Badan Usaha Nuklir Belanda untuk tiga tahun ke depan, dan Manajer Inovasi Energi, Frank Witte menyebutnya sebagai “potensi tinggi untuk ditiru” dan berpotensi untuk memungkinkan “platform produksi minyak dan gas menjadi lebih berkelanjutan”.

Sebuah proyek percontohan untuk menilai kelayakan rencana tersebut (termasuk peralatan, kondisi cuaca, dan dampak lingkungan) dibangun dan akan mencakup sekitar 30m2 panel surya yang berada sekitar 14,5 km dari zona pengujian di The Hauge di lepas pantai laut utara negara tersebut.

Terdapat konsorsium sembilan organisasi, dimana Universitas Utrecht yang akan melakukan penelitian kelestarian, sementara Maritime Research Institute of Netherlands (MARIN) bertugas untuk melakukan penelitian independen atas nama pemerintah Belanda. Sedangkan yang lain, kebanyakan perusahaan di sektor energi, yang terdiri dari: TNO, TAQA, TKI Urban Energy, Netherlands Enterprise Agency, ECN, dan tentu saja Oceans of Energy.

Tujuan akhirnya adalah memiliki 2.500 meter persegi panel surya di tempat pada tahun 2021.

Sejauh ini, ahli tenaga surya Universitas Utrecht Wilfried van Sark telah mengindikasikan bahwa pada beberapa periode panel akan berada di bawah air, dan dia menambahkan, “Ketika gelombang mencapai ketinggian sepuluh meter, ini tidak dapat dihindari. Panel juga akan goyah. Dampak dari pergeseran dinamis pada sudut kemiringan ini yang belum dipelajari. “Meskipun secara keseluruhan optimis, kenyataan tersebut menunjukkan bahwa perlu dilakukan lebih banyak penelitian dan pengujian lebih lanjut yang harus ditangani konsorsium. (HNP)