Bantah Presiden Soekarno Minta Suaka

Bantah Presiden Soekarno Minta Suaka

Jakarta, 15 Februari 1967 – Menteri Luar Negeri Pilipina Narciso Ramos di Manila hari Selasa tidak menganggap benar spekulasi yang menyebutkan bahwa Presiden Soekarno mungkin akan meminta suaka politik di Pilipina.

Di Tokyo Ny. Ratna Sari Dewi Soekarno yang sedang menantikan kelahiran bayi pertama, hari Rabu juga mengatakan bahwa “suami saya sudah pasti tidak akan meninggalkan tanah airnya dan meminta suaka politik di Jepang seperti didesas-desuskan”.

Menlu Ramos
Menlu Ramos menurut kantor berita AFP mengatakan di depan konferensi pers di Manila : “Saya tidak mempunyai sesuatu keterangan tentang berita bahwa Presiden Soekarno akan minta suaka politik di Pilipina”.

Ny. Dewi
Ny. Dewi di Tokyo mengatakan kepada Tokyo Shimbun dan dikutip kantor berita Kyodo : “Apabila suami saya memang datang juga di Jepang, maksudnya hanyalah untuk menengok saya ayau untuk istirahat”.

Berita pers Jepang
Berita pers Jepang dari wartawan di Jakarta menurut kantor berita Reuter hari Selasa masih menyebutkan kemungkinan Presiden Soekarno mengasingkan diri sebagai seorang warganegara biasa, sesudah mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurut Yomiuri Shimbun, Presiden Soekarno telah setuju untuk “turun tahta” sesudah mendapat apa yang disebut harian itu “tekanan angkatan darat dan Jenderal Soeharto hari Senin menyampaikan ultimatum”.

Sumber yang dapat dipercaya di Jakarta, menurut harian itu telah menyatakan bahwa “Presiden Soekarno sudah setuju untuk menyerahkan wewenangnya kepada Jenderal Soeharto”.
Jenderal Soeharto, kata Yomiuri Shimbun, kini bermaksud meminta MPRS “untuk membatalkan sidangnya bulan depan, yang tugas utamanya ialah memberhentikan Presiden Soekarno dari Jabatannya”. (Ant)