Bandara Banyuwangi Jadi Bandara Internasional 2019

Bandara Banyuwangi Jadi Bandara Internasional 2019

Citilink mendarat perdana di Bandara Banyuwangi. Kamis (15/2). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta- Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan , Bandara Banyuwangi akan dikembangkan sebagai bandara internasional berkonsep “Tourism Airport” pada 2019.

“Paling lambat 2019 Bandara Banyuwangi layani penerbangan internasional.” ujarnya dalam jumpa pers Citilink Terbang Perdana dari Jakarta-Banyuwangi, Kamis (15/2).

Ia juga telah bertemu dengan CEO Jetstar. Bahkan Jetstar sudah melakukan survey ke Banyuwangi.

“Komitmen kami ingin meningkatkan kapasitas Bandara Banyuwangi dengan memperpanjang landasan pacu dari 1.800 meter menjadi 2.600 meter dan lebar 45 meter. Selain itu perluasan appron menjadi 18.000 m2,” lanjut Awaluddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bandara Banyuwangi nantinya bisa menjadi hub bila appron yang 18.000 m2 sudah siap.

“Selama ini banyak pesawat yang parkir di Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat-pesawat kecil bisa diparkir di Bandara Banyuwangi. Sebenarnya, momentum tepatnya saat IMF World Bank, Oktober mendatang di Bali. Kebanyakan delegasi datang menggunakan pesawat Narrow Body (Pesawat Berbadan kecil). Sehingga bisa itu sangat tepat bagi Bandara Banyuwangi,” kata Menpar Arief.

Setelah ditetapkan sebagai bandara internasional, Banyuwangi akan menjadi destinasi utama para wisatawan, selain Bali. Bandara Banyuwangi juga akan terintegrasi dengan dua bandara lainnya, yaitu Ngurah Rai Bali dan Lombok.

“Jumlah pesawat yang menginap (remain over night/RON) di Ngurah Rai sangat banyak. Ditambah dengan biaya RON di Bali yang mahal, membuat kapasitas waktu alokasi terbang (slot time) bandara menjadi terbatas. Apabila pesawat Narrow Body atau ATR bisa parkir di Banyuwangi atau Lombok, itu akan sangat bagus,” kata Menpar.

Sedangkan Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, penerbangan ke Banyuwangi menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis. Rute ini juga mendukung percepatan internasionalisasi pariwisata setempat.

Pembukaan rute Banyuwangi, menjadi kontribusi Citilink Indonesia untuk mewujudkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019.

Juliandra Nurtjahjo juga berharap, rute baru ini dapat mendukung upaya perbaikan infrastruktur. Juga konsolidasi kekayaan budaya lokal, dan konsolidasi masyarakat pariwisata.

Inagurasi penerbangan rute baru Citilink Jakarta-Banyuwangi diikuti Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Direktur Utama Juliandra Nurtjahjo, dan Duta Pariwisata Banyuwangi Fitri Carlina.

Maskapai Low Cost Carrier (LCC) itu akan melayani penerbang 1 hari sekali dari dan menuju Banyuwangi. Citilink menyiapkan armada B 737-500 yang berkapasitas 120 penumpang. Jadwal keberangkatan dari Jakarta pada pukul 11.55 WIB, serta dari Banyuwangi pukul 9.30 WIB. (Stevani Elisabeth)