Bali Utara Bakal Memiliki Bandara Internasional

Bali Utara Bakal Memiliki Bandara Internasional

Paparan rencana pembangunan bandara internasional Bali Utara, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (22/2). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Bali Utara tidak lama lagi akan memiliki bandara internasional. Gubernur Bali I Made Pastika menegaskan, sudah ada investor yang siap membangun bandara di Bali Utara.

“Saat ini kami masih menunggu penetapan lokasi dari Kementerian Perhubungan. Kami sudah mengirimkan surat kepada Presiden pada Oktober 2017 dan Beliau sudah menjawab dan meneruskan permintaan kami tersebut kepada Menteri Perhubungan untuk menurunkan penetapan lokasi di laut atau tepi pantai agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya dalam Paparan Rencana Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (22/2).

Gubernur Bali sendiri telah mengeluarkan rekomendasi persetujuan untuk rencana lokasi bandara yang akan dilakukan. Meski demikian, ia menegaskan, proyek bandara ini tidak boleh menggerus sawah produktif, termasuk tidak ada penggeseran pura-pura atau situs-situs sejarah di wilayah itu.

Lokasi bandara sekitar 19 kilometer arah timur Ibukota Kabupaten Buleleng di Singaraja. Dia juga menghimbau masyarakat Buleleng menyiapkan destinasi wisata terbaiknya, sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Bali Utara.

Operasional Director PT BIBU Tulus Pranowo, menjelaskan rencana mengenai pembangunan bandara baru di lepas pantai Bali di kawasan Utara. Hal tersebut dilakukan karena adanya peningkatan permintaan transportasi udara ng tidak sebanding dengan kapasitas yang sudah padat di Bandara Ngurah Rai.

Bandara baru juga nanti akan mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan di Bali utara, serta memperluas akses penerbangan. Lokasi yang dipilih yaitu kawasan garis pantai Kutambahan, dengan rencana pembangunan bandara seluas 1060 hektar, 4100 meter runaway dengan fasilitas tambahan yaitu 30 gedung.

“Kalau penlok (penetapan lokasi) sudah keluar proses pembangunan ini akan lebih cepat. Bandara ini akan di bangun di land extension (pulau buatan) yang akan dibangun di garis pantai, 8 meter di atas permukaan laut, jadi cukup aman,” katanya.

Tulus juga menambahkan, semua kontruksi bandara di Indonesia didesain harus tahan gempa. Oleh sebab itu, bandara di Bali Utara juga nantinya didesain tahan gempa. (Stevani Elisabeth)