Adrianus, Pemeriksaan Tidak Maksimal BAB Novel Baswedan Sangat Tipis

Adrianus, Pemeriksaan Tidak Maksimal BAB Novel Baswedan Sangat Tipis

SHNet, Jakarta – Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menyebutkan bahwa BAB milik penyidik KPK, Novel Baswedan dalam kasua penyiraman air keras sangat tipis. Adrianus mengatakan ini, karena dirinya sudah melihat lembaran BAB tersebut.

“Terkait dengan BAP, pada saat kami memeriksa penyidik (kepolisian) dua minggu lalu, kami memang diberikan BAP. Cuma BAP itu memang kelihatannya tipis sekali,” ujar Adrianus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Adrianus menyampaikan, ketebalan dokumen BAP Novel itu hanya tiga atau empat lembar kertas saja. Pokoknya sangat tipis sekali,” ucapnya.

Kesan Adrianus, tipisnya berita acara itu karena kondisi pemeriksaan Novel tidak dilakukan di kantor polisi. Untuk diketahui, Novel di-BAP penyidik Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya di kantor KBRI di Singapura pada tanggal 14 Agustus 2017 lalu.

Ia menilai, dari lembaran BAP yang cuma beberapa lembar itu menunjukkan pemeriksaan Novel tidak maksimal. “Maka bukan suatu BAP yang mendalam begitu, maka kemudian hendak diperkaya dengan BAP baru,” tambahnya.

Adrianus memahami kondisi tersebut. Selain pemeriksaan yang dilakukan di luar kantor kepolisian, kondisi kesehatan Novel yang belum pulih berul juga disebutnya menjadi salah satu faktor mengapa BAP tersebut sangat tipis.

“Pertama, bila diambil pada kondisi Novel tidak sehat, juga mungkin penyidik tidak siap dengan laptop, maka pengambilan keterangannya juga tidak maksimal,” sambungnya.

Terkait hal ini, Adrianus melihat ada dua pendapat penyidik terpecah soal BAP Novel ini. Adrianus menilai perbedaan pandangan penyidik soal BAP Novel itu sah-sah saja.

“Dalam hal ini saya melihat dua pendapat dari penyidik. Pendapat Pertama, karena toh sudah ada BAP maka yang kedua kali yang akan diambil adalah BAP kedua untuk disempurnakan,” tuturnya.

Terlepas dari perbedaan pandangan itu, Adrianus menyarankan polisi untuk memeriksa kembali Novel Baswedan.

“Tidak ada salahnya pihak polri meminta keterangan kembali terhadap Novel, biar semua lebih jelas,” tegas Adrianus. (MH)