Ada Gerakan Ek-Partai Terlarang Yang Hendak Rubah Pancasila Dan UUD 45

Menhankam Jenderal Panggabean Sinyalir

Ada Gerakan Ek-Partai Terlarang Yang Hendak Rubah Pancasila Dan UUD 45

Jakarta, 15 Februari 1974 – Menhankam Pangab Jenderal M. Panggabean mensinyalir bahwa selain kegiatan sisa G30S/PKI ada gerakan lain yang didalangi oleh unsur Ex-partai terlarang lainnya yang bertujuan makar dan hendak merubah Pancasila dan UUD 45.

ditegaskan bahwa disamping kegiatan dari sisa G30S/PKI yang memang masih merupakan bahaya laten bagi keamanan bangsa kita, juga telah dapat diungkapkan adanya gerakan lain yang didalangi oleh kekuatan ekstrim Ex-partai terlarang yang sudah bersifat ancaman dan bertujuan makar dan akhirnya hendak merubah Pancasila dan UUD 45 milik suci kita bersama dengan ideologi mereka.

Menhankam/Pangab menyatakan hal itu dalam amanatnya yang dibacakan oeh Kadep Hankam Letjen TNI Hasnan Habib selaku Inspektur upacara pada upacara peringatan hari Pemberontakan PETA di Blitar melawan fasisme Jepang di halaman Departemen Hankam Kamis pagi.

Desas-desus
Menhankam selanjutnya menyatakan bahwa pola gerakan tersebut berbentuk penyebaran desas-desus yang bersifat destruktif, usaha pengadu dombaan, penyebaran surat kaleng dan surat buta yang maksud kesemuanya adalah menciptakan perpecahan dikalangan bangsa dan negara pada umumnya, dikalangan aparatur pemerintah pada khususnya dan lebih khusus lagi menimbulkan perpecahan dan merusak kekompakan ABRI yang selama ini telah kita bina sebaik-baiknya.

Desas-desus tersebut antara lain mengenai penahanan Jenderal Nasution, Jenderal Djatikusumo dan malahan penahanan Wapangab, yang sama sekali tidak benar.

Dikatakan oleh Menhankam bahwa penyebaran desas-desus yang destruktif serta pengadu dombaan itu tentunya tidak berasal dari pemerintah, oleh karena pemerintah kita selalu berusaha menciptakan persatuan dan kesatuan di kalangan rakyat memperkuat integrasi antara pemerintah dan rakyat, antara rakyat dengan ABRI dan memupuk integrasi ABRI sendiri.

Ada kekuatan yang menuju makar
Jenderal Panggabean selanjutnya menyatakan bahwa untuk mencegah kekompakan ABRI itu dapat dimengerti oleh karena ABRI merupakan kekuatan utama dan pendukung setia Pancasila dan UUD 45 dan merupakan pengawal serta pembela utama bangsa dan negara kita serta pembela dan pengawal utama kelanjutan perjuangan bangsa dan negera kita.

Dinyatakan oleh Menhankam bahwa sehubungan dengan peristiwa seperti yang diuraikan tersebut di atas, kita harus menarik pelajaran dari sejarah bahwa keadaan seperti tersebut di atas, yaitu tersebarnya desas-desus, isu yang destruktif dan hasutan yang juga pernah kita alami di masa lampau, yakni menjelang dicetuskannya usaha perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh G30S/PKI pada 1 Oktober 1965, memberikan kepastian bahwa ada kekuatan yang menggerakkan kegiatan yang bersifat ancaman menuju makar itu yang pada akhirnya hendak mengganti Pancasila dan UUD 45.

pada akhir amanatnya, Menhankam meminta kepada segenap slagorde Angkatan Bersenjata agar meningkatkan kewaspadaan. (SH)