19 ABK Kapal China Telah Dipulangkan

19 ABK Kapal China Telah Dipulangkan

SHNet, KUPANG  Sebanyak 19 orang dari 21 kru kapal motor Fu Yuan Yu berbendera China yang ditangkap petugas dari Kantor Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kupang, Nusa Tenggara Timor (NTT) pada 29 November 2017 lalu di perairan laut Timor, telah dideportasi ke negara masing-masing, termasuk ABK asal Indonesia juga telah dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Kepala Satuan Kerja PSDKP Kupang Mubarak mengatakan, dari 19 ABK yang telah dikembalikan itu, dua orang kru yakni Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin saat ini masih ditahan untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan undang-undang nomor 46 tahun 2009 tentang Perikanan, penahanan terhadap kru kapal asing hanya dapat dilakukan terhadap tiga orang yang dianggap bertanggung jawab di kapal, yakni nahkoda, kepala kamar mesin dan fishing master atau pengendali penangkapan ikan.

“Tetapi karena kapal tersebut tidak ada fishing master atau pengendali penangkapan ikan, maka Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin yang ditahan untuk menjalani proses hukum,” katanya di Kupang, Jumat (9/2).

Ke 21 kru kapal tersebut yakni tiga orang warga negara Mianmar, tiga warga Vietnam, sembilan warga negara China dan enam orang lainnya adalah warga negara Indonesia.

Mubarak juga menjelaskan, kapal ikan berbendera China yang ditangkap aparat PSDKP Kupang di laut Timor pada 29 November 2017 lalu hanya mengantongi izin dari pemerintah negara Timor Leste untuk menangkap ikan di wilayah perairan Timor Leste.

Namun berdasarkan informasi dari pemerintah Australia, bahwa kapal motor berbendera China dengan nomor lambung 831 dengan bobot 598 Gross Ton (GT) telah berulang kali masuk ke wilayah perairan Indonesia untuk mengambil ikan di laut Timor yang berbatasan dengan wilayah negara Timor Leste.

“Kasus pencurian ikan oleh kapal asing di wilayah perairan laut Timor tanpa izin merupakan kasus yang baru pertama terjadi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. (Dis Amalo)