Yang Berbentuk Haluan Negara Dilarang

Wapangab Tentang Ajaran Bung Karno

Yang Berbentuk Haluan Negara Dilarang

Jakarta, 19 Januari 1971 – Wapangab Jenderal Panggabean menegaskan bahwa mengenai pelarangan ajaran Bung Karno yang dilarang adalah yang berbentuk Haluan Negara dan meliputi kepentingan seluruh nasional kita yaitu sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah Kopkamtib, misalnya Manipol, Usdek atau Nasakom, yaitu mencakup seluruh kehidupan bangsa kita tentu dilarang untuk dikembangkan, demikian Wapangab.

Hal ini dinyatakan Jenderal Panggabean menjawab pertanyaan pers selesai menghadap Presiden Soeharto di Gedung Bina Graha, Selasa siang guna melaporkan persiapan “Comander’s Call” ABRI yang akan diselenggarakan minggu terakhir bulan Februari.
Menanggapi pernyataan Ketua Umum PNI Hadisoebeno bahwa apabila ajaran Soekarno dilarang lebih baik Presiden membubarkan PNI.

Wapangab menyatakan bahwa ajaran Bung Karno yang tidak menyangkut Haluan Negara tentu saja tidak dapat dilarang. “Jadi kalau mengenai bidang ini suatu partai melakukan pelanggaran tentu dari Kopkamtib tidak ragu-ragu untuk melakukan tindakan. Tetapi kalau tidak mengenai itu misalnya mengenai kepartaian tentu tidak ada hubungannya”, demikian Wapangab.

Soal Mayjen Hartono masih dalam penelitian
Mengenai sidang perkara mayjen Hartono yang tersangkut “affair Sancta Maria” Wapangab menyatakan bahwa hal itu masih dalam taraf penelitian seta pertimbangan karena masih ada beberapa alternatif penyelesaian yaitu melalui proses peradilan atau tindakan administratif saja.

Mayjen Hartono bekas Deputy Pembinaan KSAD beberapa waktu berselang dituduh menyelundupkan senjata ke Biafra.
Hal itu akan ditentukan kemudian kalau bahan-bahannya sudah lengkap, demikian Panggabean.

Commander’s Call ABRI
Sebellumnya Wapangab menerangkan bahwa Commander’s Call ABRI selain untuk tahun fiskal juga dicapai tahun yang lalu dan merencanakan program kerja untuk tahun fiskal juga akan dibahas soal nasional yang lain yaitu Pengamanan Pemilu dan soal pembangunan yang lain. (SH)