Uang Pasti Tidak Digunting

Pejabat Presiden Kepada Seluruh Rakyat Indonesia :

Uang Pasti Tidak Digunting

Yang Sengaja Mengacau Akan Ditindak Tegas

Jakarta, 10 Januari 1968 – Pejabat Presiden Jenderal Soeharto menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia jangan gelisah dan terpengaruh berita provokasi karena uang rupiah pasti tidak akan digunting atau diturunkan nilainya.

Seruan langsung Jenderal Soeharto ini dikeluarkan Rabu siang selesai Sidang Kabinet berhubung dikonstatir bahwa akhir-akhir inin timbul “angst-psychose” dialangan masyarakat berhubung dengan ketetapan penggantian uang kertas Rupiah Seri Soekarno dengan Seri Sudirman.

Kenaikan tidak wajar
Pejabat Presiden menyatakan bahwa akhir-akhir ini harga-harga terutama 9 bahan pokok menunjuk kenaikan tidak wajar berhubung berita yang salah dimengerti oleh masyarakat mengenai penggantian uang kertas, seolah-olah seri Soekarno tidak berlaku lagi dan nilainya akan diturunkan.

Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, semua mata uang yang beredar (baik lama maupun yang berlaku) tetap berlaku dengan nilai yang sama.

Pejabat Presiden menyatakan bahwa pemerintah menyadari bahwa kebijaksanaan terdahulu dengan mengadakan sanering dan pengguntingan Rupiah tidak dapat memperbaiki ekonomi, malah merugikan rakyat dan menghilangkan kepercayaan terhadap mata uang Rupiah.

Yang sengaja mengacau akan ditindak tegas
Karena itu akta Jenderal Soeharto, “saya sebagai pimpinan pemerintahan tidak akan mengambil kebijaksanaan pengguntingan uang Rupiah”.

Ditindak tegas
Pejabat Presiden secara tegas memperingatkan bahwa mereka yang sengaja menimbulkan kekacauan dan kegelisahan dikalangan masyarakat akan ditindak tegas dan kepada seluruh aparatur pemerintahan dipusat maupun didaerah diinstruksikan untuk memberi penerangan tentang kebijaksanaan penggantian uang kertas tersebut.

Jenderal Soeharto mengumumkan seruan langsung ini dimuka wartawan dalam dan luar negeri Rabu siang selesai sidang Kabinet di Merdeka Barat 15, pada awalnya katanya menyatakan bahwa perkembangan ekonomi mulai kuartal terakhir 1967 dan permulaan tahun ini agak kurang memuaskan karena faktor non ekonomis antara lain seperti soal berlakunya uang kertas baru dan merosotnya ekspor.

Menurut Pejabat Presiden isu-isu yang tak bertanggung jawab yang mengacaukan kestabilan ekonomi selain dilancarkan oleh oknum tak bertanggung jawab juga tida mustahil dicampuri Gerpol Gestapu/PKI. (SH)