Tokoh “KKN” Louis Wangge Ditangkap Yang Berwajib

Tokoh “KKN” Louis Wangge Ditangkap Yang Berwajib

Tritura Diperingati

Jakarta, 10 Januari 1974 – Hari kebangkitan “generasi muda” dengan ikrar Tritura tanggal 10 Januari 1966 yang lalu, Kamis pagi diperingati dengan ziarah ke makam Pahlawan Ampera Arief Rachman Hakim di Kebayoran Baru.

Dibawah hujan rintik-rintik, upacara sederhana dan prihatin berlangsung dengan acara mengheningkan cipta dan penaburan bunga ke makam Pahlawan Ampera yang gugur di tahun 1966 yang lalu, yaitu ke makam Arief Rachman Hakim, Ichwan Ridwan Rais, Zaenal Zakse dan Kohar.

Fahmi Idris
Tokoh generasi muda yang meletakkan karangan bunga ialah bekas Komandan Laskar Fahmi Idris dan dua tokoh lainnya Pulungan dan Julius Usman. Sebuah spanduk bertuliskan “Apapun yang terjadi lanjutkan Tritura”, “Turunkan harga”, terpampang di pagar makam Blok P Kebayoran Baru. Sementara itu belasan intel mengawasi dan petugas polisi Sabhara siaga.

Fahmi Idris selesai upacara mengatakan bahwa saat ini “kita prihatin dengan keadaan sekarang”. Saya masih dapat memahami aksi dan demonstasi yang dilancarkan oleh pemuda mahasiswa sampai saat ini, kata tokoh angkatan 66 ini.

Dinyatakan oleh Fahmi Idris supaya pihak penguasa memperhatikan dengan baik apa yang terjadi sekarang terutama protes dari generasi muda. “tanggapilah dengan baik, tapi jangan terlampau mencari-cari siapa dalangnya, siapa di belakangnya atau siapa yang mengatakan koreksi itu tetapi yang lebih utama apa yang diungkapkan mereka”, demikian dijelaskan Fahmi.

Louis Wangge ditangkap
Fahmi mengatakan bahwa Louis Wangge Rabu malam telah ditangkap oleh pihak yang berwajib “Louis Wangge itu kan wakil saya dahulu di Laskar”, kata Fahmi Idris. Menanggapi sikap dari pihak polisi dan intel yang mengikuti aktifitas dari generasi muda supaya “dewasa”.

Julius Usman mengatakan bahwa hari ini dia bersama rekan-rekannya akan menanyakan kepada Komdak mengenai penahanan Louis Wangge. Louis Wangge ditangkap pihak yang berwajib sewaktu menghadiri peringatan tiga hari meninggalnya adik pacarnya di Jatinegara.

Sementara itu didapat keterangan bahwa ke-6 pemuda “PETA” yang melakukan demonstrasi ke Tanah Abang, Rabu pagi dan ditahan oleh Komdak, sejak Rabu malam penahanannya telah dipindahkan ke markas Pelop Polri di Kelapa Dua.

Dijelaskan oleh Fahmi Idris bahwa demonstrasi yang terjadi di Bandung dan Jakarta secara serentak Rabu kemarin, dianggap sebagai demonstrasi yang wajar. “cuma mungkin caranya berbeda, ada yang dengan tema yang keras tetapi itu biasa sebagai seorang muda”, kata Fahmi dengan senyum.

Upacara peringatan aksi “Tritura” delapan tahun yang lalu dilanjutkan dengan acara pertemuan eksponen 66 Kamis malam ini jam 19:00 di Student Centre GMKI jalan Gondangdia, Jakarta. (SH)