Tingkatkan Kualitas Personel Proyek, ADHI Gandeng TNI-AU

Tingkatkan Kualitas Personel Proyek, ADHI Gandeng TNI-AU

Penandatanganan naskah kesepahaman antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dengan TNI-AU di Markas Besar Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, hari ini, Kamis (4/1).

SHNet, Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menandatangani naskah kesepahaman peningkatan kompetensi, sertifikasi, dan pengkaryaan personel dengan Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU), hari ini, Kamis (4/1). Tim Komunikasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk Dharmawan menyampaikan hal ini dalam keterangannya kepada media, siang ini.

Dharmawan menyampaikan Penandatanganan ini dilakukan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Direktur Utama ADHI, Budi Harto, serta disaksikan antara lain oleh Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), jajaran pejabat TNI-AU dan manajemen ADHI, di Markas Besar Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur.

Budi Harto menyampaikan, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur di Tanah Air, Pemerintah telah mendorong pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah penugasan kepada ADHI dalam pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) sepanjang 44 km, yang melintasi Cibubur- Cawang, Cawang – Bekasi Timur, dan Cawang – Dukuh Atas.

“Selain penugasan Pemerintah, pada proyek-proyek kami yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kami memerlukan tambahan personil sebagai yang siap bertugas,” kata Budi Harto.

Ia menyampaikan bahwa kerja sama ADHI dengan TNI-AU merupakan upaya ADHI untuk memenuhi kebutuhan personel di bidang Quality, Healthy, Safety, and Environment (QHSE) yang memerlukan disiplin tinggi di proyek-proyek tersebut. Menurut Budi, saat ini penerapan standard QHSE merupakan tolok ukur keunggulan perusahaan di bidang jasa konstruksi. Pasalnya, masyarakat dapat menilai kualitas produk yang dihasilkan, kemampuan pengelolaan keselamatan kerja dan pengelolaan kesehatan karyawan serta pekerja.

“Selain itu dengan standard QHSE yang tinggi, masyarakat tentu akan menilai bagaimana kehadiran suatu perusahaan konstruksi mengelola lingkungan sehingga kehadiran proyek-proyek tersebut tidak merusak lingkungan sekitar,” lanjut Budi Harto.

Ia berpendapat, keberhasilan semua upaya tersebut tentunya tergantung pada tingkat kedisiplinan pelaksana di setiap proyek. Untuk itu, kerja sama ADHI dan TNI-AU sangat dibutuhkan untuk pembinaan dan implementasi sistem QHSE pada personel ADHI.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, dirinya meyakini personel TNI-AU yang akan ditugaskan akan mampu memberikan kontribusi terbaik.

“Personel TNI-AU yang akan ditugaskan akan mampu memberikan kontribusi terbaik karena latar belakang kedisiplinan yang sehari-hari mereka jalani sebagai prajurit,” kata Hadi Tjahjanto.

Dharmawan menambahkan, ADHI juga akan memberikan pengenalan tentang QHSE pada personel TNI-AU di proyek konstruksi. Pemberian materi pengenalan tentang QHSE kepada para personel TNI-AU tersebut menurutnya hingga para personel mendapatkan sertifikat sebagai petugas QHSE. (whm/pr)