Tak Akan Mundur Sekalipun Ditakuti Panzer Dan Senjata

Apel Mahasiswa IAIN Yogya

Tak Akan Mundur Sekalipun Ditakuti Panzer Dan Senjata

Yogya, 11 Januari 1974 – Ratusan mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah mengadakan apel kebulatan tekadnya untuk berjuang meluruskan ketimpangan yang ada di Indonesia hari Rabu yang bulan lalu di depan Masjid Kampus IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dalam pernyataan kebulatan tekadnya tertanggal 9 Januari 1974 dinyatakan bahwa mahasiswa IAIN bertekad menegakkan sopan santun nasional yang berisikan penghargaan terhadap demokrasi peletakan masalah kepada proporsi sebenarnya, anti kepada setiap bentuk penyelewengan seperti korupsi, manipulasi, anti kepada pameran kemewahan diatas kemelaratan rakyat dan anti kepada eksplotasi struktur masyarakat yang ada bagi kepentingan pribadi.

Mahasiswa IAIN juga bertekad untuk melenyapkan sistem percukongan karena percukongan terbukti menimbulkan superioritas segelintir orang kaya dan mengakibatkan mekanisme pemerintahan berjalan tidak wajar.

Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Firdaus Basuni BA dalam pidatonya menyatakan bahwa mahasiswa tidak akan mundur sekalipun ditakut-takuti dengan panzer, senjata dan sebagainya. Dikatakan oleh Firdaus Basuni bahwa dengan sengaja ada pihak tertentu untuk menakuti dan mengadakan tekanan kepada mahasiswa IAIN agar mahasiswa tidak ikut turun berdemonstrasi.

Dalam apel tersebut mahasiswa membawa poster “Pemimpin Indonesia jujurlah. Dengan bismillah kita bergerak menuju perbaikan, UUD 45 dan Pancasila jaminan pemerintah yang bersih”. (SH)