Startup Pariwisata Asal Solo Juara UNWTO Award 2018

Startup Pariwisata Asal Solo Juara UNWTO Award 2018

Startup Pariwisata dari Solo, Triponyu menjadi juara di ajang 14th UNWTO 2018 untuk kategori Non-Government Innovation. (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta – Triponyu, startup pariwisata dari Solo mengukir prestasi di ajang 14th United Nation World Tourism Organization (UNWTO) 2018 untuk kategori Non-Government Innovation, di Madrid, Spanyol. UNWTO merupakan badan dunia milik PBB yang mengurusi pariwisata.

Penghargaan tersebut diterima langsung pendiri Triponyu Agustinus Adhitya dan Alfonsus Aditya. Mereka terlihat kompak dalam balutan batik khas Solo. Rona kebahagiaan pun terpancar dari keduanya.

“Apa yang dilakukan Triponyu itu fantastis. Mereka benar-benar jadi inspirasi dunia. Indonesia bangga memiliki anak muda seperti mereka,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan resminya, Jumat (19/1).

Harus diakui, Triponyu.com sangat cerdas membaca peluang. Mereka jeli membaca pesatnya aplikasi teknologi digital oleh masyarakat. Di saat banyak e-commerce bermain jual beli barang, Triponyu justru menawarkan rasa lain.

Mereka memilih platform bisnis pariwisata. Menjadi jembatan bagi para traveler dengan local guides. Hasilnya, lapangan pekerjaan pun tercipta. Lebih wow lagi, share transaksi berpihak pada local guides. Mereka mendapat slot 93%. Ujungnya masyarakat sejahtera, lalu cagar budaya dan alam lestari.

“Di sinilah kekuatan dan keunikan dari Triponyu. Konsep ini yang menjadi pembeda. Siapapun, di lokasi manapun, mereka bisa mendapatkan value yang sama. Cara Triponyu juga merangsang orang untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif,” tegas Arief Yahya.

Sebagai nominator Non-Government Innovation, Triponyu bersaing dengan 3 kandidat lain. The Sumba Hospitality Foundation pun menjadi rival juga kompatriot. Sama-sama dari Indonesia, Sumba fokus pada aksi sosial. Mereka mengembangkan konsep pendidikan pariwisata berbasis go green. Hasilnya, Sumba finis di urutan tiga kategori ini. (Stevani Elisabeth)