Sensasi Petik Kelengkeng Hingga River Tubing di Desa Jambu

Sensasi Petik Kelengkeng Hingga River Tubing di Desa Jambu

Wisata petik kelengkeng di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kediri. (Dok. Agus Joko Susilo)

SHNet, Kediri- Bila Anda berkunjung ke Kediri, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul bisa menjadi salah satu alternatif untuk berwisata.

Pada awalnya, sebagian besar lahan yang ada di desa ini ditanami Kelengkeng. Agus Joko Susilo, Kepala Desa Jambu yang punya ide cemerlang untuk menciptakan wisata petik kelengkeng.

Tidak hanya sebatas ide, sang kepala desa ini juga mewajibkan warganya untuk menanam pohon kelengkeng di pekarangan rumah mereka. “Masyarakat saya wajibkan untuk menanam pohon kelengkeng. Satu rumah satu pohon kelengkeng. Sebagian pohon kelengkeng dilahankan dalam kawasan,” ujar Agus kepada SHNet, Rabu (24/1).

Wisatawan memberi makan kambing etawa. (Dok. Agus Joko Susilo)

Terciptalah wisata petik kelengkeng. Tapi Agus tak puas kalau wisatawan berkunjung ke Desa Jambu hanya petik kelengkeng saja. Untuk itu, dia mencari kegiatan pendukung lainnya.

Akhirnya muncul wisata sejuta ikan, menanam padi, beternak bebek hingga kambing etawa serta uji adrenalin dengan river tubing di Sungai Niagara. “Jadi wisatawan yang datang ke sini, tidak hanya petik kelengkeng saja. Tapi mereka dapat menikmati kegiatan-kegiatan pendukung tadi,” lanjutnya.

Uji adrenalin lewat river tubing di Sungai Niagara, (Dok. Agus Joko Susilo)

Dari wisata desa ini, Agus berharap masyarakat desanya lebih menghargai alam. Wisata ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat Desa Jambu dari sisi ekonominya.

Orang nomor satu di Desa Jambu ini pun melibatkan karang taruna dan warga desa untuk mengembangkan sektor pariwisata tersebut. “Bila ada wisatawan yang mau ke Desa Jambu bisa konfirmasi ke saya atau ke pengurus karang taruna. Nanti akan diarahkan termasuk kalau mereka yang mau menginap di rumah-rumah penduduk,”paparnya.

Di sini ada 12 rumah warga yang dijadikan homestay. Tarifnya cukup terjangkau yakni Rp 150.000 per hari. Ada pula paket wisata desa. Dengan mengeluarkan kocek Rp 70.000, para pengunjung dapat menikmati wisata di 78 titik.

Sang kepala desa juga berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi. Ia gencar mempromosikan desa wisata Jambu ini di instagram, youtube, bahkan belum lama ini diliput oleh salah satu televisi.

Hasilnya, meski baru 5 bulan dibuatnya paket wisata, sudah mampu menjaring wisatawan. “Kami membuat paket wisata masih 5 bulan.alhamdulillah sudah banyak rombongan khususnya sekolah-sekolah, mulai dari luar kabupaten hingga rombongan sekolah dari Jakarta Selatan. Besok juga ada rombongan dari Sidoarjo dan Nganjuk,” ujarnya.

Belajar main gamelan. (Dok. Agus Joko Susilo)

Kalau awalnya Agus mengeluarkan kocek dari kantong pribadinya untuk mengembangkan pariwisata desa, maka tahun ini dia sudah menganggarkan Rp 60 juta untuk mengembangan pariwisata. Alokasi dana tersebut berasal dari dana desa.

Rencana ke depan, Desa Jambu terus mempercantik diri dengan taman-taman dan spot foto di area persawahan serta perlengkapan outbond. Dengan demikian wisatawan akan lebih lama lagi berada di desa ini. Masih penasaran? Ayo berkunjung ke Desa Jambu. (Stevani Elisabeth)