Sekolah DKI Buka Kembali Mulai Senin Kecuali Beberapa Sekolah

Sekolah DKI Buka Kembali Mulai Senin Kecuali Beberapa Sekolah

Jakarta, 19 Januari 1974 – Sekolah sudah dapat dibuka pada hari Senin tanggal 21 Januari 1974, kecuali beberapa sekolah yang nantinya belum dijinkan dibuka kembali, demikian Wapangkopkamtib Laksamana TNI Sudomo pada pertemuan dengan para Kepala Sekolah dan guru se-Jakarta Raya di Jakarta Theater Sabtu siang.

Universitas belum
Dikatakan bahwa sekolah yang masih belum dibuka ialah sekolah yang pada peristiwa 15 Januari 1974 ikut serta dalam melakukan aksi dengan massa. Begitu pun universitas di Jakarta belum diperkenankan buka.

Wapangkopkamtib dalam penjelasannya mengatakan untuk menormalisasikan keadaan, jika masih ada gerakan atau demonstrasi akan diambil tindakan tegas oleh Kopkamtib dan kalau ada yang masih juga melakukan pembakaran dan pengrusakan toko-toko diinstruksikan kepada petugas keamanan tembak di tempat.

Dalam memberikan laporannya, dikatakan bahwa Kopkamtib bukannya akan mencari kambing hitam, namun sebelum terjadinya peristiwa sudah berkali-kali diserukan agar tidak melakukan aksi dan terakhir sudah diterima oleh Presiden.

Saya sudah merasa bangga karena keluhan mahasiswa sudah tertampung, namun masih mengadakan gerakan aksi sampai timbulnya gerakan massa. Dan sekarang ternyata setelah kejadian itu banyak timbul aksi-reaksi yang seolah-olah mencuci tangan dan tidak berani bertanggung jawab, kata Sudomo.

Kantongi emas
Saya bangga kalau mereka ini dengan jantan lalu berani bertanggung jawab. Diungkapkan oleh Sudomo yang tersangkut pembakaran Proyek Senen sudah ditangkap sebanyak 160 orang dan beberapa orang setelah digeledah ternyata ada yang sudah mengantongi sampai 60 Kg, dan dalam aksi ini dikatakan ada beberapa guru juga ikut serta di dalamnya.

Ditambahkan juga pada kejadian tersebut ada guru meliburkan sekolahnya untuk ikut serta menggabungkan diri dengan aksi massa. Tapi jangan takut, kalau guru ini dengan tanggung jawabnya yang besr datang kepada Kopkamtib dan melapor apa yang dilakukan pada tanggal 15 Januari.

Saya merasa senang dan tidak apa-apa tetapi kalau sampai ada yang tidak mau melapor dan kemudian tertangkap akan diambil tindakan tegas.

10 sekolah
dikatakan pula oleh Sudomo bahwa ada 10 sekolah pada kejadian tersebut ikut serta, namun tidak dijelaskan sekolah mana. “Nanti kalau sekolah sudah buka kembali baru ketahuan sekolah mana ikut serta”.

Selanjutnya dikatakan, bahwa pelajar yang ikut aksi massa memang kebanyakan yang tergabung dalam suatu organisasi seperti KAPI dan lain-lainnya. Ini semua sedang dipersiapkan untuk membubarkan organisasi seperti ini.

Diserukan pula bahwa barang yang bermerk Jepang yang ada di Indonesia tidak ada larangan untuk dipergunakan.
Seperti truk buatan Jepang, akibat kejadian tersebut truk yang biasanya mengangkut sayur-mayur ke Jakarta kurang lebih sampai 100 buah, akhir-akhir ini hanya 15 truk. Akibatnya pemerintah mendatangkan sayur-mayur dari Belawan- Medan dengan menggunakan 3 pesawat Hercules. (SH)