Ratusan Pelajar Demonstrasi Ke Kantor Ali Murtopo

Ratusan Pelajar Demonstrasi Ke Kantor Ali Murtopo

Jakarta, 9 Januari 1974 – Kira-kira pemuda pelajar Rabu siang mulai lagi turun ke jalan, kali ini ke jalan Tanah Abang 3 dengan sasaran tokoh Aspri masing-masing Ali Murtopo dan Sudjono Humardani serta tokoh Golkar Liem Bian Koen dan Liem Bian Kie.
Dengan berbaris rapi pelajar ini tiba di muka gedung Golkar yang berhadapan dengan gedung PGRI pada jam 09:40 dan disambut oleh petugas Kepolisian.

Herman Zein dan Sulaeman mengaku dirinya sebagai pimpinan rombongan. Tampak juga tokoh dari “Penggalang generasi muda” antara lain Binfried Sinaga dan “Komite Kebangsaan Nasional” Julius Usman.

Honda
Beberapa pimpinan bergiliran mengangkat bicara di atas sebuah Honda yang intinya tercantum dalam poster yang dibawa. Mereka menolak tuduhan bahwa mereka “mengganggu stabilitas nasional” sebaliknya mereka berpendapat bahwa “Cukong adalah pengganggu stabilitas nasional” para pelajar ini menuduh “Bian Kie dan Bian Koen” sebagai “Biang Cukong”.

Pelajar yang sebagian mengenakan ikat kepala merah putih itu menamakan dirinya “PETA”, Pembela Tanah Air dan menuduh “Jepang penipu dan pemeras”.
Diantara posternya tertulis “Jepang neo-colonialis”, “AH Murtopo calo politik”, “Surjono Humardani calo Jepang”, “Cukong membahayakan stabilitas nasional”, “gantung Bian Kie dan Bian Koen”, “Pemuda dan mahasiswa bukan untuk dipecah belah”, “Apa kabar akselerasi modernisasi” dll.

Sambil menunjuk ke gedung PGRI, Jesse Monintja, salah seorang penggerak demonstrasi berkata ini adalah markas pejuang pemuda di tahun 1966 dan sambil menunjuk ke gedung Golkar yang berhadapan dengan gedung PGRI, ia mengatakan bahwa gedung ini adalah markas orang Indonesia yang menjadi cukong yang bekerjasama dengan Jepang.