Petugas Bekerja Intensif Tangani Pasien Campak dan Gizi Buruk Asmat

Petugas Bekerja Intensif Tangani Pasien Campak dan Gizi Buruk Asmat

PASIEN - Letkol Kes. AU dr. Indro C.W (kiri) langsung menyambangi pasien di Aula GBI Agats, Kabupaten Asmat, Senin (22/1). (Dok/SHNet)

SHNet, JAYAPURA – Bencana kesehatan yang melanda Papua terus menjadi buah bibir. Beruntung, petugas bekerja cepat dan kilat menangani hal ini.

Saat ini, sejumlah pasien campak dan gizi buruk Asmat terus mendapatkan perawatan intensif dari dinas terkait, utamanya Satgas Kesehatan KLB Campak dan Gizi Buruk Asmat.

Selain di pusatkan di RSUD Asmat, para pasien juga dirawat di Aula GBI Agats, Kab. Asmat. Menurut Letkol Kes AU dr. Indro C.W yang ketika dihubungi tengah menyambangi pasien, mereka yang dirawat disini adalah pasien rawat inap pasca perawatan intensif dari RSUD Asmat.

Menurutnya, perawatan lanjutan yang dilakukan di aula ini merupakan langkah yang diambil untuk memudahkan para tenaga medis untuk melakukan kontrol dan pengawasan, mulai dari pola makan, konsumsi obat-obatan sampai dengan pola istirahat.

Bantuan obat-obatan dan makanan terus berdatangan. (SHNet/Nonnie Rering)

“Para pasien ini harus kita tangani secara maksimal, mulai dari awal mereka dievakuasi sampai dengan perawatan lanjutan seperti sekarang ini. Tak hanya tindakan medis, tapi tempat perawatan juga harus diperhatikan. Selain layak untuk para pasien sendiri, juga memudahkan kami para medis untuk memantau dan mengontrol rutinitas mereka, sehingga diharapkan dapat segera sehat dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, saat dikonfirmasi SHNet, Senin (22/1) malam pun menambahkan, dalam melaksanakan pelayanan KLB Asmat telah dibentuk 8 tim dan sudah menjangkau 19 distrik dari 23 distrik. “Memang belum 100% penduduk tertangani. Tapi, kami berusaha melakukan yang terbaik,” ujarnya.  (Nonnie Rering)