Pesona Gunung Kelud Sulit Dilupakan

Pesona Gunung Kelud Sulit Dilupakan

Kawah Gunung Kelud yang terbentuk dari erupsi anak Gunung Kelud pada 2014. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Kediri- Suara mesin jeep terdengar semakin mendekat Damar Mas Resort. Suaranya memecahkan keheningan.

Let’s go..waktunya jelajah Gunung Kelud dimulai. Satu per satu jeep meninggalkan Damar Mas. Jalan beriringan melewati aspal yang mulus. Sekitar 20 menit perjalanan, sampailah kami di pos masuk Desa Sugihwaras.

Jeep untuk off road dengan latar belakang Puncak Sumbing. (Dok. Sendy Aditya Saputra)

Di sinilah petualangan dimulai. Turunan terjal sudah menghadang d di depan. Ada rasa takut saat melewatinya, namun penasaran terus dengan tantangan berikutnya. Off road menyusuri perkebunan tebu dan nanas madu di lereng Kelud merupakan pengalaman yang sulit dilupakan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan tiba di dekat kawah Gunung Kelud. Hari ini kami kurang beruntung karena tidak dapat menyaksikan matahari terbit. Namun, Gunung Kelud tetap mempesona. Apalagi dengan terbentuknya kawah baru hasil erupsi anak Gunung Kelut pada 2014 lalu.

Kawah baru berwarna hijau yang dikelilingi oleh puncak Kelud, Gajah Mungkur dan Sumbing serta hamparan edelweis merupakan spot foto dan selfie yang sayang untuk dilewatkan.

“Sekarang ini, kawah Kelud masih tertutup untuk umum. Rencananya baru akan dibuka untuk umum pada awal 2019, kata Arkeolog dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Eko Priatno.

Saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kediri tengah membangun jalan aspal dari pos masuk hingga ke kawah yang baru. Bagi yang tidak suka tracking dan off road, bisa sampai ke kawah juga loh. Biaya penyewaan jeep untuk off road sebesar Rp 375 ribu untuk 4 orang. Biaya tersebut lebih murah dibandingkan menyewa jeep di Bromo.

Meski kawah Kelud yang baru belum terbuka untuk umum, namun tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang satu ini. “Tahun baru 2018 jumlah wisatawan ke Gunung Kelud menembus angka 10 ribu orang. Hari biasa jumlah pengunjung mencapai 300-600 orang, sedangkan akhir pekan mencapai 3000 pengunjung,” kata Kasie Promosi Pariwisata Kabupaten Kediri Naldirin.

Taman Agro Margomulyo. Ada 60 jenis bunga dan 5 jenis buah di sini. (SHNet/stevani elisabeth)

Jelajah Kelud, tidak hanya berhenti sampai di kawah saja. Bagi mereka penggila rock climbing, bisa menjajal Puncak Sumbing. Ada juga destinasi wisata yang cocok untuk keluarga. Namanya, Taman Agro Margomulyo.

Di taman ini, mata para pengunjung akan dimanjakan dengan warna-warni bunga dan buah yang terhampar di atas tanah yang luas. Sedikitnya ada 60 jenis bunga dan 5 jenis buah yang terdiri dai anggur, kelengkeng, durian, mangga dan belimbing.

“Kami juga menyiapkan spot-spot foto untuk selfie. Di setiap spot foto, orang akan puas karena frame fotonya terlihat bagus,” kata Kepala Divisi Usaha Wisata Perusahaan Daerah Perkebunan Agro Margomulyo Budi Setiawan.

Taman Agro Margomulyo dibuka mulai pukul 08.00 -17.00 WIB dengan biaya masuk Rp5.000 per orang. Taman Agro Margomulyo ini terbagi dalam 3 zona yakni zona wisata, zona produksi dan zona off road.

Kampung Duren (SHNet/stevani elisabeth)

Budi menjelaskan, zona produksi merupakan kawasan belanja dengan melibatkan UKM dengan produk olahan dari perkebunan dan peternakan yang ada di desa-desa sekitar lereng Gunung Kelud. Munculah Kampung Duren . Ke depan, rumah susu, rumah coklat, rumah jamur dan rumah kaktus akan hadir di zona ini.

“Hadirnya Taman Agro Margomulyo ini memperkuat area wisata Gunung Kelud dan UKM serta usaha masyarakat,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)