Penduduk Miskin Pedesaan di NTT Berkurang

Penduduk Miskin Pedesaan di NTT Berkurang

Ist

SHNet, KUPANG – Penduduk miskin perdesaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang sebanyak 17.690 orang menjadi 1.015,70 orang dari posisi Maret 2017 sebanyak 1.033,39 orang. Sementara penduduk miskin perkotaan naik dari 11.400 orang menjadi 119.040 ribu orang bertambah 1.640 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Maritje Pattiwaelapia menjelaskan umlah penduduk miskin di daerah itu berkurang 16.050 orang menjadi 1,134 juta orang atau 21,38 persen pada September 2017. Angka itu berkurang dari penduduk miskin pada Maret 2017 yang berjumlah 1,150 juta orang atau 21,85 persen.

“Namun penduduk miskin perkotaan naik dari 117.400 orang menjadi 119.040 ribu orang bertambah 1.640 orang. Sedangkan penduduk miskin perdesaan berkurang sebanyak 17.690 orang menjadi 1.015 orang dari posisi Maret 2017 sebanyak 1.033,39 orang,” katanya di Kupang, Kamis (4/1).

Menurut dia, beras dan rokok adalah kelompok bahan makanan yang menjadi penyumbang terbesar pada tingkat garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan. Di kota, beras memberi sumbangan terhadap garis kemiskinan sebesar 29,11% dan rokok 10,52%, sedangkan di desa, beras memberi sumbangan terhadap garis kemiskinan 39,21% dan rokok 4,87%.

Jika konsumsi tidak cukup 2.100 kilo kalori per orang per hari, pasti dia miskin. Komoditas makanan menyumbang lebih besar tehadap garis kemiskinan, jika dibandingkan dengan komoditas bukan bahan makanan.

“September 2017, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 78,83%. Sedangkan perumahan dari kelompok komoditas bukan bahan makanan memberikan sumbangn terbesar terhadap garis kemiskinan di perkotaan sebesar 10,08% dan perdesaan sebesar 6,96%,” ujarnya.(Dis Amalo)