Pembagian Beasiswa di SMP Satap Panamamen Diduga Curang

Pembagian Beasiswa di SMP Satap Panamamen Diduga Curang

Ist

SHNet, KUPANG – Pembagian dana beasiswa di SMP Satu Atap (Satap) Panamamen Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga tidak adil. Orang tua siswa mengeluh karena mereka menduga terjadi kecurangan pembagian dana beasiswa tersebut.

Eduard Anin menyampaikan, anaknya bernama Sepi Anin mendapat bantuan beasiswa sebesar Rp 1.500.000, namun yang dia terima hanya sebesar Rp 700.000. Hal yang sama juga dialami siswa bernama Mikael Anin yang seharusnya mendapat bantuan beasiswa sebesar Rp 375.000, namun yang diterima hanya Rp 200.000 saja.

“Saya sudah tanya ke kepala sekolah dan dia berjanji akan mengecek kembali di bank tapi hingga saat ini belum ada informasi jelas. Kami minta supaya tidak ada kecurangan pembagian bantuan dana beasiswa,” kata Eduard, Selasa (8/1).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satu Atap Panamamen, Jefrison Saefatu saat dihubungi SHNet menegaskan tidak ada kecurangan dalam pencairan bantuan dana beasiswa di sekolah tersebut. Jika ada pengeluhan dari orang tua siswa maka perlu diluruskan karena mereka kurang paham tentang sistem pembagian dana beasiswa itu.

Mengenai jumlah uang yang diterima siswa Sepi Anin yang seharusnya Rp 1.500.000 tetapi yang dia terima hanya Rp 700.000, Jefrison menjelaskan hal itu tidak benar. Alasannya, karena pembagian dana beasiswa untuk siswa yang bersangkutan terjadi penundaan satu kali yang nilainya Rp 750.000. Dengan demikian maka siswa yang bersangkutan berhak mendapat beasiswa Rp 750.000, bukan Rp 1.500.000.

“Orang tua yang kurang paham, karena beasiswa yang diterima siswa itu hanya Rp 750.000 saja, bukan Rp 1.500.000. Karena ada kesalahan sehingga terjadi satu kali penundaan pencairan dana beaiswa untuk siswa tersebut sehingga menjadi Rp 1.500.000. Dari Rp 750.000 itu, yang diterima hanya Rp 700.000, karena Rp 50.000 masuk dalam rekening siswa,” kata Jefrison.

Ia menyampaikan, sejak 2015 dana bantuan beasiswa sudah masuk dalam rekening masing-masing siswa. Kurang lebih 30 orang siswa di SMP Satu Atap Panamamen mendapat beasiswa dan mereka menerima dengan lancar tanpa ada masalah.

Saat ditanya tentang dana beasiswa Rp 375.000 yang seharusnya diterima siswa Mikael Anin, tetapi yang diterima hanya Rp 200.000, Jefrison menegaskan, yang sisanya sudah masuk dalam rekening siswa tersebut. Setiap pencairan dana beasiswa, bukan hanya uang tunai yang diberikan kepada siswa, tetapi buku rekening juga diberikan kepada yang bersangkutan. Hal itu dilakukan agar berapa uang yang masuk dalam rekening dan berapa yang diterima secara tunai oleh siswa, dapat dilihat dengan jelas.

“Mereka (siswa) terima rekening dan uang tunai sebagian saja, karena sebagian uang sudah masuk dalam rekening. Saya sudah cek dan pencairan dana beasiswa di sekolah itu tidak ada masalah,” ujarnya. (Dis Amalo)