Pelajar Tuntut Harga Beras Turun

Aksi Coret Dan Tempel Kembali Landa Ibukota

Pelajar Tuntut Harga Beras Turun

Copot Menteri Gagal Dan Anggota KAMI Yang Vested

Jakarta, 22 Januari 1968 – Ribuan pemuda pelajar Ibukota yang tergabung dalam KAPI dan KAPPI Senin siang telah turun ke jalan raya menuntut pelaksanaan “tritura” yang ketiga, yakni penurunan harga bahan pokok dan pencopotan pemimpin yang gagal.

Mobil dan toko ditempat strategis ditempeli tulisan seperti “mana beras, rakyat lapar” serta pamflet yang menuntut agar para penyeleweng segera ditindak.
Pemerintah harus menempatkan “the skilled man in the right place dan sekedar the strong man” kata Julius Usman dari pimpinan KAPI selesai aksi coret dimuka Markas KAPI dijalan Merdeka Timur.

Dengan berseragam putih-putih para pelajar pria dan wanita menempelkan pada mobil yang lewat tanpa pilih bulu tulisan seperti : “Turunkan pemimpin yang gagal, beras naik DPRD bungkem, TPK, segera umumkan nama-nama koruptor dll”.

Mereka menyatakan bahwa berhasil tidaknya pemerintah akan dinilai oleh rakyat dari berhasil tidaknya usaha mengataasi persoalan pangan. “kegagalan dapat digunakan oleh kaum komunis untuk mengadakan comeback”
menyinggung soal DPRGR Julius Usman menyatakan bahwa lembaga tersebut harus segera dirombak, berikut wakil KAMI yang sudah vested dan memalukan.

Pemuda yang tergabung dalam KAPI dan KAPPI menurut keterangan yang diperoleh “SH” akan bergerak terus sampai tuntutan rakyat yang ketiga ini terpenuhi dan apabila dirasa perlu akan meminta MPRS segera bersidang guna meminta pertanggungan jawab pemerintah. (SH)